Meski Di Pasang Police Line , 8 Unit Kapal Ilegal Fishing Tetap Raib

 

Matamatanews.com –MAROS—Koalisi LSM Celebes, mempertanyakan kinerja Satuan Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Maros yang telah membebaskan delapan unit perahu kapal kayu penangkap ikan milik pelaku illegal fishing beberapa Waktu lalu, Pasalnya, perahu yang sebelumnya diparkir dan dipasangi garis Polisi di bawa jembatan sekitar Mapolres sudah tidak berada lagi di tempat tersebut.

Hal itu dikatakan oleh Sekertaris Kolalisi LSM Celebes, Ilham Lahiya, Rabu 11 Mei 2016. Saat kapal kayu penangkap ikan tersebut hilang, Ilham mempertanyakan pelimpahannya ke Kejari.
"Saat kapal kayu penangkap ikan itu hilang, saya mengira Reskrim sudah melimpahkannya ke Kejari. Saya langsung cek, ternyata belum pernah dilimpahkan. Makanya saya curiga, kapal kayu penangkap ikan itu dilepaskan," ujarnya. Ilham mengaku kecewa dengan kejadian tersebut dan tidak percaya lagi dengan penyidik Polres Maros dalam penanganan kasus.

"Selain kapal kayu penangkap ikannya hilang, para pelaku juga sudah dilepaskan. Ini juga menjadi pertanyaan kami. Apa alasan pelepasannya, sementara sudah jelas melakukan ilegal fishing.Saya ikut saat penangkapan,"katanya. Sementara KBO Sat Reskrim Polres Maros, Iptu Nyoman membantah telah melepaskan kapal kayu penangkap ikan tersebut. Kapal kayu penangkap ikan itu hilang lantaran telah diambil oleh pihak Asosiasi Nelayan Makassar.

"Kami tidak pernah melepaskan itu kapal penangkap ikan tersbut. Asosiasi Nelayan yang datang mengambil langsung delapan unit barang bukti kapal kayu penangkap ikan itu tanpa etika dan tidak sama sekali tidak memberitahukan kepada pihak kami," ujarnya.

Asiosiasi Nelayan Makassar mengambil kapal kayu penangkap ikan tersebut Senin lalu, Nantinya Pihak kepolisua akan menghubungi Asosiasi mereka untuk segera mengembalikan kapal kayu penangkap ikan tersebut karena berkasnya sudah hampir rampung.

Nyoman mengaku kecewa dengan tindakan yang diambil oleh Asosiasi nelayan yang mengambil kapal kayu penangkap ikan secara sembunyi- sembunyi, Meski tidak mencuri kapal kayu penangkap ikannya, Polres masih berinsiatif untuk meminjam pakaiakan kapal kayu penangkap ikan tersebut untuk menggunakannya menangkap ikan, dengan persyaratan tidak melakukan ilegal fising lagi.

"Memang ada juga surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan, kapal kayu penangkap ikan ilegal fishing itu bisa digunakan kembali oleh pemiliknya meski tahap penyidikan. Surat yang diterbitkan tanggal 11 Februari lalu ini berlaku sampai 31 Desember 2016," Ungkapnya.(Guhtip)

 

sam

No comment

Leave a Response