Mesir Sebut Hukum Bangsa Yahudi Merusak Perdamaian Timur Tengah

 

Matamatanews.com, KAIRO—Hukum  baru yang Israel  yang memberikan hak eksklusif bagi bangsa Yahudi menurut Mesir merusak perdamaian bagi Timur Tengah dan para pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah. Undang-undang yang diresmikan pada Kamis (19/7/2018)  lalu itu dianggap s ebagai undang-undang rasia, bahkan dikecam Uni Eropa, Otoritas Palestina dan warga Arab Israel.

“republik Arab Mesir mengumumkan penolakannya terhadap hukum yang disahkan oleh Knesset israel terhadap hukum negara nasional bagi orang-orang Israel. Karena konsekwensi yang mengkuduskan konsep pendudukan merupakan tindakan rasial,” kata kementerian luar negeri Mesir dalam sebuah pernyataannya.

“Ini merongrong peluang untuk mencapai perdamaian dan solusi yang adil serta konprehensif untuk masalah Palestina,” katanya. Seperti dilansir Arab News, Undang-undang itu juga akan memiliki dampak potensial terhadap hak orang-orang Palestina yang mengungsi sejak tahun 1948 ketika Israel didirikan untuk kembali ke rumah karena masioh dibawah resolusi Perserikatan bangsa-Bangsa.

Tahun 1979 Mesir menjadi negara Arab pertama yang menjalin perdamaian dengan Israel dibawah perjanjian Camp David yang disponsori  Amerika Serikat hingga negara Yahudi ityu mundur dari Semenanjung Sinai.Namun hubungan antara dua negara tersebut tetap hangat, dan Mnesir  menuntut Israel dari tanah lain yang didudukinya dalam perang Timur Tengah pada 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan Suriah, tepi barat dan jalur Gaza serta Jerusalem Timur Arab.

Pada Jum’at lalu, Masjid Al-Azhar Mesir dan lembaga Muslim Sunni paling bergengsi mengecam hukum Israel itu dan menyebutnya sebagai “langkah yang mencerminkan rasisme paling menjijikan”. (bar)

sam

No comment

Leave a Response