Menteri PPN Adakan Pertemuan Dengan Dubes Swiss

 

Matamatanews.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengadakan Virtual Courtesy Call dengan Kurt Kunz, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, pada hari Rabu, (11/11/2020) lalu. 

Pertemuan ini membahas tiga hal, yang pertama mengenai Indonesia – Swiss Economic and Development Coorperation Strategy 2021 – 2024. Kedua, dampak Covid-19 terhadap target pembangunan Indonesia yang terdapat dalam RPJMN 2020 -2024 dan juga pencapaian SDG. Ketiga, alokasi anggaran untuk target prioritas pembangunan.

Switzerland’s Economic Cooperation and Development Program (SE CO) merupakan kerjasama antara pemerintah Swiss dan Indonesia dalam membantu Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mengurangi kemiskinan.

Kerjasama ini menghasilkan dua program yang bertujuan untuk reformasi sektor publik dan pengembangan sektor swasta. Untuk reformasi sektor publik sendiri, program ini akan berfokus pada pelayanan publik yang efektif, terutama di daerah perkotaan, melalui penggunaan sumber daya yang efisien. 

“Pengembangan di sektor swasta akan berfokus pada pada penguatan daya saing swasta, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM),” ungkap Menteri.

Aktivitas program ini diarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan perdagangan dan daya saing, mendukung institusi dan jasa yang efektif, dan mendorong ekonomi yang tahan terhadap iklim.

Mengenai penanggulangan dampak Covid-19, melalui pertemuan ini Menteri Suharso juga mengusulkan sejumlah kerjasama bidang kesehatan yang lebih luas.

“Kami mengusulkan kerjasama bidang kesehatan dalam arti yang lebih luas, mencakup pada keahlian bidang kesehatan, penelitian dan laboratorium, industri farmasi, logistik, alat kesehatan,” ucap Menteri.(A Hari S/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response