Menlu Baru Kasovo Serukan Pemberhentian Sejumlah Diplomat Top

 

Matamatanews.com, KOSOVO—Glauk Konjufca yang baru saja dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Kosovo telah mengguncanag layanan diplomatik dengan mengusulkan pemberhentian beberapa diplomat ternama dari jabatannya di seluruh dunia, termasuk duta besar untuk Amerika Serikat.

Seperti dilansir Balkaninsight.com, Selasa (03/03/2020) kemarin, Glauk Konjufca mengatakan bahwa ia telah memutuskan untuk memecat sejumlah kepala misi diplomatik dari posisi mereka di luar negeri, termasuk duta besar Kosovo untuk Washington, Vlora Citaku.

Konjufca mengatakan bahwa perwakilan Kosovo di Bulgaria, Belanda, Hongaria, Prancis, Montenegro dan Swiss juga harus diberhentikan dari posisi mereka.

Pengumuman itu muncul setelah ia memecat 14 konsul di seluruh dunia. Mayoritas dari mereka dilaporkan memiliki ikatan politik atau keluarga dengan pejabat senior partai atau partai politik.

"Akan ada banyak keputusan seperti ini," Konjufca menulis di Facebook dalam sebuah posting yang menjelaskan alasan di balik tindakannya.

“Dari awal mandat saya, saya telah berjanji untuk menegakkan hukum dan ketertiban di Kementerian Luar Negeri dan diaspora. Salah satu langkah selanjutnya adalah permintaan kembalinya duta besar politik yang telah menyelesaikan mandat empat tahun yang diramalkan berdasarkan undang-undang yang berlaku di Republik Kosovo, ”tambahnya.

Setiap proposal dari pemerintah untuk penunjukan atau pemberhentian kepala misi diplomatik memerlukan persetujuan presiden. Kantor Presiden Hashim Thaci mengatakan kepada surat kabar Telegrafi bahwa belum ada proposal yang diterima secara resmi.Tetapi Citaku, duta besar Kosovo untuk Washington, mengatakan bahwa dia menerima keputusan pemerintah.

“Meskipun jelas bagi saya bahwa hanya presiden Kosovo yang berhak untuk menunjuk dan memberhentikan duta besar Kosovo, bagi saya itu cukup fakta bahwa saya tidak diinginkan. Namun, saya menganggap bahwa saya layak mendapatkan konsultasi sebelumnya tentang proposal tersebut, ”tulisnya di Facebook.

Pemberhentian yang diumumkan datang setelah Citaku terjebak dalam skandal ketika dia salah informasi kepada Presiden Thaci baru-baru ini bahwa Jamaika telah mengakui Kosovo.Menteri Luar Negeri Jamaika, Kamina Smith, membantah laporan itu melalui Twitter: "Hingga saat ini, Jamaika belum mengakui Kosovo sebagai negara merdeka," tulis Smith.

Ini menyebabkan Fitore Pacolli, seorang anggota parlemen dari partai Vetevendosje yang memerintah, meminta Citaku dipecat.

“Jika duta besar Citaku telah memberikan informasi palsu tentang pengakuan, dia harus bertanggung jawab dan bertanggung jawab. Kosovo membutuhkan duta yang kompeten, profesional dan bertanggung jawab, ”tulis Pacolli di Facebook.(bar/balkaninsight.com)

redaksi

No comment

Leave a Response