Menlu Amerika Sebut Jalan Diplomasi Masih Terbuka Bagi Iran

 

Matamatanews.com, BRUSSEL—Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Anthony Blinken mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat masih memberikan kesempatan kepada Iran untuk menunjukkan itikad baiknya guna mencari solusi kebuntuan diplomatik untuk mengakhiri ketegangan nuklir dengan kekuatan dunia.

"Kami telah sangat jelas bahwa jalan menuju diplomasi terbuka," kata Blinken pada akhir pertemuan dua hari para menteri luar negeri NATO di Brussel.

Seperti diketahui Iran telah menolak undangan Uni Eropa (UE) untuk memulai pembicaraan tentang kembali ke kesepakatan nuklir 2015, di mana Presiden AS Donald Trump menarik diri pada 2018 sebelum memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Sebagai tanggapan, Iran telah berulang kali melanggar batas kesepakatan dan menolak untuk bernegosiasi dengan AS sampai sanksi dicabut.

"Jadi seperti yang telah kami katakan, bola benar-benar ada di pengadilan mereka untuk melihat apakah mereka ingin mengambil jalur diplomasi dan kembali mematuhi perjanjian," kata Blinken.

"Jika itu terjadi, kami kemudian akan berusaha untuk membangun perjanjian yang lebih lama dan lebih kuat, tetapi juga untuk terlibat dalam beberapa masalah lain di mana tindakan dan perilaku Iran sangat bermasalah - destabilisasi negara-negara di kawasan, program rudal balistik ..."

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan pihaknya ingin kembali ke perjanjian itu, tetapi hanya akan melakukannya ketika Iran berhenti melanggar ketentuannya.

Blinken mengadakan pembicaraan pada Selasa malam dengan menteri luar negeri dari tiga penandatangan perjanjian nuklir Eropa, Prancis, Jerman dan Inggris.

"Kita semua berada di halaman yang sama ketika datang ke Iran, ketika menyangkut kepentingan bersama kita dalam melihat apakah Iran ingin terlibat dalam diplomasi untuk kembali sepenuhnya mematuhi kewajibannya," katanya.

“Kami siap untuk terlibat dalam hal itu. Sampai saat ini, Iran belum, tapi mari kita lihat apa yang terjadi di minggu-minggu mendatang. "

Blinken, yang bertugas membalikkan kebijakan luar negeri "America First" Trump, mengunjungi Eropa untuk menekankan komitmen AS terhadap NATO dan hubungannya yang kuat dengan UE.

"NATO telah menjadi landasan keamanan trans-Atlantik selama lebih dari 70 tahun," katanya. "Amerika Serikat berkomitmen untuk aliansi ini sekarang dan di masa depan.

"Saya datang ke sini ke Brussel untuk berkonsultasi dengan sekutu kami karena kami bermaksud untuk bekerja dengan mereka dan mitra kami di mana pun dan kapan pun kami bisa.

“Kami berbagi keamanan kolektif, kepentingan strategis, sejarah panjang, ikatan antar-warga, dan komitmen pada nilai-nilai inti, termasuk demokrasi, hak asasi manusia, aturan hukum.

"Singkatnya, kita dalam hal ini bersama-sama.".(cam/the national/berbagai sumber)

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response