Menhan Bantah Tiga WNI Yang Dibebaskan Abu Sayyaf Pakai Tebusan

 

Matamatanews.com.JAKARTA—Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu membantah kabar adanya uang tebusan untuk membebaskan tiga Warga Negara Indonesia yang disandera Abu Sayyaf di Filipina. “ Itu bohong, dari pemerintah, dari perudahaan di Indonesia, tidak ada pemberian uang sepeser pun.” ujar Ryamizard

Menteri Pertahanan baru saja kembali dari Manila untuk membicarakan kesepakatan joint statement, serta mematangkan rencana operasi darat gabungan antara Indonesia dan Filipina. Disana Menhan juga mengikuti proses pembebasan tiga WNI sandera Abu Sayyaf.

Rymizard juga mengatakan, pembebasan ketiga WNI adalah murni tekanan dari tentara Filipina dan usaha lobi Moro National Liberation Front (MNLF). Ia juga menambahkan, masih ada enam orang sandera yang masih ditahan Abu Sayyaf, satu diantaranya sudah dalam proses pembebasan dan lima sandera lainnya sedang diusahakan pemerintah.

Ketiga sandera, yakni Lorens Lagadoni Koten, Theodorus Kopong Koten, dan Emanuel Arakian Maran adalah nelayan yang berasal dari NTT yang diculik saat mencari ikan di dekat perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Pada 9 Juli lalu.

Seperti dilansir newsinfo, Kabar adanya uang tebusan diungkapkan oleh profesor di Sulu, bernama Octavio Dinampo. Ia mengaku mendengar uang tebusan yang dibayarkan sebesar 30 juta peso untuk tiga WNI. Kabar ini langsung dibantah oleh pemerintah Filipina.

“ Saya ingin menegaskan bahwa pemerintah bersikukuh menerapkan kebijakan untuk tidak membayar tebusan.” tegas Menteri Komunikasi Filipina, Martin Andanar seperti dikutip Reuters. Andanar mengatakan, jika ada pihak ketiga atau pihak keluarga korban yang membayar uang tebusan, “ Itu bukan urusan kami.” (dit/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response