Mengenal Lebih Dekat Pasukan Pertahanan Israel

 

Matamatanews.com, ISRAEL -- Pasukan Pertahanan Israel (bahasa Ibrani: צבא ההגנה לישראל Tsva HaHagana LeYisrael   dengarkan (bantuan·info), "[Tentara] Angkatan untuk Pertahanan Israel"), yang seringkali disingkat dengan singkatan bahasa Ibrani צה"ל Tsahal, atau Tzahal, adalah sebutan bagi Israel, yang terdiri atas Angkatan Darat Israel, Angkatan Udara Israel dan Angkatan Laut Israel. Dalam bahasa Inggris, singkatannya lebih dikenal sebagai Israel Defence Forces atau disingkat IDF.

Angkatan Pertahanan Israel dibentuk pada 14 Mei 1948 dengan terbentuknya negara Israel "untuk melindungi penduduk Israel dan melawan segala bentuk terorisme yang mengancam kehidupan sehari-hari". IDF menggantikan Haganah (khususnya, cabang operasionalnya, Palmach) sebagai militer permanen dari negara Yahudi ini. 

Ke dalamnya juga bergabung unsur-unsur sebelumnya dari Brigade Yahudi yang berperang di bawah bendera Britania pada masa Perang Dunia II. Setelah dibentuknya IDF, dua organisasi bawah tanah Yahudi, Etzel dan Lehi bergabung dengan IDF dalam suatu konfederasi longgar, tetapi diizinkan beroperasi secara independen di sejumlah sektor hingga akhir Perang Arab-Israel 1948. 

Sesudah itu, kedua organisasi ini dibubarkan, dan anggota-anggotanya diintegrasikan ke dalam IDF. IDF modern terbentuk pada periode antara 1949 hingga 1956 melalui pengalaman yang diperoleh dari konflik-konflik regional conflicts dengan tetangga-tetangga Arab mereka.

Dari 1956 hingga 1966, IDF menghadapi lebih sedikit konflik dan menggunakan waktu ini untuk membeli perlengkapan baru dan berubah dari sebuah militer pemula menjadi sebuah kekuatan tempur yang profesional. Pada masa ini pula konon Israel mengembangkan kemampuan nuklir mereka.Setelah masa damai selama satu dasawarsa, IDF menghadapi serangkaian peperangan dengan tetangga-tetangganya.

Sejarah Angkatan Pertahanan Israel

Sejarah Angkatan Pertahanan Israel yang terkait dengan sejarah pembentukan Haganah yang kedua setelah dilakukan. Sebelum 1948.Dari 1930, sebelum kepemimpinan politik diakui dengan penggunaan kekuatan sebagai pilihan dari alat politik telah menjadi wacana publik untuk membentuk budaya politik masyarakat. Pemikiran ini menjadi lebih terlihat setelah adanya pembentukan negara. Pemeran utama di sini tidak saja angkatan darat atau organisasi militer pra-negara.

Mengikuti Rencana pemisahan UN 1947 yang memberikan mandat kepada Britania Raya mengenai pembentukan negara di Palestina, negara menjadi semakin stabil dan jatuh ke dalam keadaan perang sipil antara orang-orang Yahudi dan Arab setelah penduduk Arab menolak rencana apapun yang akan memungkinkan untuk menciptakan sebuah negara Yahudi sesuai dengan Rencana Dalet untuk Haganah mencoba untuk mengamankan wilayah yang rencana dialokasikan ke negara Yahudi dan blok dari pemukiman yang berada di kawasan yang dialokasikan untuk negara Arab.

Daftar Kepala Staf Umum
Sebagai Kepala Staf Umum (dalam bahasa Ibrani: רמטכ"ל, diucapkan: Ramatkal) adalah yang tertinggi dari Komandan IDF dan bertanggung jawaban kepada Menteri Pertahanan dan Perdana Menteri. Semua Ramatkal memiliki peringkat Letnan Jenderal atau Umum (dalam bahasa Ibrani: רב אלוף, diucapkan: Rav Aluf).
1.    Yaakov Dori (1948-1949)
2.    Yigael Yadin (1949-1952)
3.    Mordechai Maklef (1952-1953)
4.    Moshe Dayan (1953-1958)
5.    Chaim Laskov (1958-1961)
6.    Tzvi Tzur (1961-1964)
7.    Yitzhak Rabin (1964-1968)
8.    Haim Bar-Lev (1968-1972)
9.    David Elazar (1972-1974)
10.  Mordechai Gur (1974-1978)
11.  Rafael Eitan (1978-1983)
12.  Moshe Levi (1983-1987)
13.  Dan Shomron (1987-1991)
14.  Ehud Barak (1991-1995)
15.  Amnon Lipkin-Shahak (1995-1998)
16.  Shaul Mofaz (1998-2002)
17.  Moshe Ya'alon (2002-2005)
18.  Dan Halutz (2005-2007)
19.  Gabi Ashkenazi (2007-)

Dinas Biasa

Laki-laki dan perempuan Yahudi dan Druze yang berusia di atas 18 tahun dikenai wajib dinas militer nasional, meskipun pengecualian dapat diberikan atas alasan-alasan agama, fisik maupun psikologis (lihat Profil 21). Laki-laki dalam komunitas Haredi dapat memilih untuk dikecualikan sementara mereka belajar di Yeshiva, sebuah praktik yang menjadi sumber ketegangan [7], meskipun sebagian program yeshiva seperti Hesder menyediakan kesempatan untuk berdinas.

Laki-laki berdinas di IDF selama tiga tahun, sementara perempuan dua tahun atau kadang-kadang kurang dari dua tahun. Kadang-kadang IDF dapat meminta perempuan yang menjadi relawan untuk posisi-posisi tempur untuk berdinas selama tiga tahun karena tentara-tentara tempur harus menjalani periode latihan yang lama. Perempuan dalam posisi tempur juga dituntut untuk berdinas sebagai perwira cadangan selama beberapa tahun setelah mereka diberhentikan dari dinas biasa, sebelum mereka menikah atau hamil.

Dinas Cadangan

Setelah dinas biasa, kaum laki-laki dapat dipanggil untuk menjalani dinas cadangan hingga satu bulan setiap tahunnya, sampai mencapai usia 43-45 tahun (perwira cadangan dapat menjadi relawan setelah usia ini), dan dapat dipanggil untuk tugas aktif dengan segera pada saat-saat krisis. Pada umumnya, dinas cadangan dilaksanakan dalam satuan yang sama selama bertahun-tahun, dan seringkali satuan yang sama seperti pada dinas aktif dan dengan orang-orang yang sama. 

Banyak tentara yang telah berdinas bersama-sama dalam dinas aktif tetap bertemu dalam tugas cadangan selama bertahun-tahun setelah mereka dibebastugaskan, sehingga tugas cadangan menjadi suatu pengalaman ikatan bersama antara sesama laki-laki yang kuat dalam masyarakat Israel. Sebuah lelucon Israel terkenal menyebut warga sipil sebagai tentara yang sedang cuti selama 11 bulan.

Meskipun tetap siap untuk dipanggil pada masa-masa krisis, kebanyakan laki-laki Israel, dan praktis semua kaum perempuan, tidak benar-benar melakukan dinas cadangan pada suatu tahun tertentu. Satuan-satuan mereka tidak selalu memanggil semua perwira cadangan mereka setiap tahunnya, dan berbagai pengecualian dapat diberikan bila seseorang dipanggil untuk menjalani dinas cadangan biasa. Bagi para perwira cadangan yang dipanggil pada masa krisis praktis tidak ada pengecualian, namun pengalaman memperlihatkan bahwa dalam kasus-kasus demikian (yang paling mutakhir, Operasi Perisai Pertahanan pada 2002) pengecualian jarang diminta atau diberikan; satuan-satuan ini biasanya mencapai tingkat rekrutmen melampaui satuan yang diawaki mereka yang berdinas penuh waktu.

Baru-baru ini diusulkan sebuah rancangan undang-undang untuk memperbaiki dinas cadangan, mengurangi maksimum usia dinas hingga 40 tahun, menjadikannya semata-mata sebagai pasukan darurat, serta banyak lagi perubahan lainnya terhadap struktur yang ada sekarang (meskipun Departemen Pertahanan dapat menunda bagian manapun dari undang-undang itu setiap saat karena alasan-alasan keamanan). Namun, ambang usia bagi banyak perwira cadangan yang posisinya tidak didaftarkan, akan dipatok pada 49 tahun. Undang-undang ini akan mulai diberlakukan pada 13 Maret 2008.

Dinas Penjaga Perbatasan

Beberapa tentara IDF menjalani wajib dinas militer mereka di Mishmar Ha Gvool (Magav) atau Polisi Perbatasan Israel. Begitu pasukan-pasukan itu menyelesaikan latihan tempur IDF mereka, mereka menjalani latihan tambahan kontra-terorisme dan Penjaga Perbatasan. Mereka kemudian ditempatkan pada salah satu dari satuan-satuan Penjaga Perbatasan di sekeliling negara.

Satuan-satuan Penjaga Perbatasan berperang berdampingan dengan satuan-satuan tempur IDF. Mereka juga bertanggung jawab atas keamanan daerah-daerah perkotaan yang padat, seperti misalnya Kota Yerusalem.

Banyak perwira di Penjaga Perbatasan yang berasal dari satuan-satuan tempur IDF. Sementara Penjaga Perbatasan tetap mempertahankan struktur komando mereka, di lapangan mereka hampir tidak dapat dibedakan dari satuan-satuan IDF reguler.

Minoritas di IDF

Orang-orang Arab Druze dan Circassian, seperti orang-orang Yahudi Israel, dikenai wajib militer di IDF. Mulanya, mereka dimasukkan dalam satuan khusus yang dinamai "Satuan Minoritas", yang masih ada hingga sekarang, dalam bentuk batalyon patroli Harev, namun sejak 1980-an, tentara-tentara Druze telah semakin gencar memprotes praktik ini, yang mereka anggap sebagai suatu bentuk segeregasi dan tidak memberikan akses untuk berdinas di satuan-satuan yang lebih bergengsi. Militer telah semakin banyak menerima tentara Druze ke dalam satuan-satuan tempur biasa dan memberikan mereka akses ke pangkat-pangkat yang lebih tinggi, yang sebelumnya tidak diberikan kepada mereka. 

Pada tahun-tahun belakangan, beberapa perwira Druze telah mencapai pangkat-pangkat di IDF bahkan hingga Mayor Jenderal, dan banyak yang memperoleh bintang-bintang kehormatan. Namun, beberapa orang Druze masih mengeluhkan diskriminasi dan khususnya tidak dilibatkan dalam Angkatan Udara, meskipun pembatasan resmi dengan alasan keamanan untuk tingkat rendah bagi Druze telah cukup lama dihapuskan. 

Penerbang Druze pertama lulus pendidikan terbangnya pada 2005, namun namanya dirahasiakan karena ia adalah anggota Angkatan Udara, dan merupakan cucu dari seorang Druze Suriah yang membelot dari pertempuran di Ramat Yohanan pada masa perang kemerdekaan, di mana sekitar 1000 tentara dan perwira Druze membelot dan bergabung dengan Israel.

Angkatan Udara Israel (Bahasa Inggris: Israeli Air Force, disingkat IAF; Bahasa Ibrani: זרוע האויר והחלל, Zroa HaAvir VeHahalal, "Senjata Udara dan Angkasa", umumnya disebut חיל האוויר Hel HaAvir, "Pasukan Udara") adalah angkatan udara Angkatan Pertahanan Israel. Kepala Komando Angkatan Udara Israel sekarang adalah Mayor Jendral Amir Eshel. Angkatan Udara Israel memiliki sekitar 1000 pesawat tempur.

Organisasi Administratif
•   Chief of Air Staff Group
•   Fixed Wing Group
•   Helicopter Group
•   Intelligence Group
•   Equipment Group
•   Manpower Group
•   Chief Medical Officer
•   Unit Control Group
•   Air Special Forces Group 
    o    Shaldag – air force special operations unit
    o    Unit 669 – medevac extraction unit
•   Air Defense Command 
    o    Northern Air Defense Regiment
    o    Central Air Defense Regiment
    o    Southern Air Defense Regiment (including Air Defense School)

Organisasi Operasional
•   Ramat David Airbase (Wing 1) 
    o    109 "Valley" Squadron
    o    110 "Knights of North Squadron" Squadron
    o    117 "First Jet" Squadron
    o    193 "Defenders of the West" Squadron
•   Sdot Micha (Wing 2) 
    o    150 Squadron
    o    199 Squadron
    o    248 Squadron
•   Hatzor Airbase (Wing 4) 
    o    101 "First Combat" Squadron
    o    105 "Scorpion" Squadron
•   Hatzerim Airbase (Air Force Base 6) 
    o    69 "Hammers" Squadron
    o    102 "Flying Tiger" Squadron
    o    IAF Aerobatic Team
    o    107 "Knights of the Orange Tail" Squadron
    o    123 "Desert Birds" Squadron
    o    Air Force Infantry School
•   Tel Nof Airbase (Air Force Base 8) 
    o    106 "Spearhead" Squadron
    o    114 "Night Leaders" Squadron
    o    118 "Nocturnal Birds of Prey" Squadron
    o    133 "Knight of the Twin Tail" Squadron
    o    210 "Eitan" Squadron[1]
    o    601 Squadron (Flight Test Center)
    o    Unit 555 "Sky Crows" (electronic warfare unit)[2]
•   Ovda Airbase (Air Force Base 10) 
    o    115 "Flying Dragon" Squadron
    o    Aviation Professions School
    o    Air Force Officers School
•   Sde Dov Airbase (Wing 15) 
    o    100 "Flying Camel" Squadron
    o    135 "Kings of the Air" Squadron
    o    249 "Elad" Squadron[3][4]
•   Haifa Airbase (Air Force Base 21) 
    o    Technical Professions School
    o    IAF Technological College
•   Ramon Airbase (Wing 25) 
    o    113 "Hornet" Squadron
    o    119 "Bat" Squadron
    o    190 "Magic Touch" Squadron
    o    201 "The One" Squadron
    o    253 "Negev" Squadron
•   Nevatim Airbase (Air Force Base 28) 
    o    103 "Elephants" Squadron
    o    116 "Defenders of the South" Squadron
    o    120 "Desert Giants" Squadron
    o    122 "Nahshon" Squadron
    o    131 "Knights of the Yellow Bird" Squadron
    o    140 "Golden Eagle" Squadron
•   Palmachim Airbase (Air Force Base 30) 
    o    124 "Rolling Sword" Squadron
    o    151 Squadron (Missile Testing Squadron)
    o    160 "First Helicopters Gunships" Squadron
    o    166 "Spark" Squadron
    o    200 "First UAV" Squadron

Tahun-tahun awal

Asal muasal dari Israel Air Force adalah Palestina Flying Service yang dimulai oleh Irgun pada tahun 1937, serta Sherut Avir, divisi penerbang pada Haganah. Israel Air Force (IAF) dibentuk pada 28 Mei 1948, setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaan dan diserang. Pada mulanya, Israel Air Force hanya terdiri daripada pesawat yang diberikan atau didonasikan. Pesawat yang dimiliki Israel pada masa ini terdiri dari 25 Avia S-199s, yang dibeli dari Cekoslovakia, di mana S-199 sebenarnya adalah Me Bf 109s buatan Cekoslovakia.

Krisis Terusan Suez

IAF mengambil perang penting dalam Operation Kadesh, pada krisis Terusan Suez pada tahun 1956. Pada awal operasi, 29 Oktober 1956, P-51D Mustang milik Angkatan Udara Israel menghancurkan kabel telepon di Sinai, dengan baling-baling daripada P-51D Mustang, sementara pesawat pengangkut DC-3 menjatuhkan pasukan payung Israel dibelakang garis pertahanan Mesir pada Mitla Pass dan Et-Tur. IAF juga mengambil serangan terhadap pasukan darat Mesir dan membantu Angkatan Laut Israel menahan kapal tempur Mesir yang sedang membombardir Haifa. Serangan udara Israel merusak mesin kapal Mesir, membuat Angkatan Laut Israel dapat menangkap kapal Mesir tersebut.

Perang Enam Hari

Pada 5 Juni 1967. hari pertama dalam perang 6 hari, IAF meluncurkan Operation Focus, yaitu suatu operasi militer yang bertujuan untuk melumpuhkan kekuatan udara Arab dalam satu serangan. Dalam suatu serangan kejutan, IAF menghancurkan hampir seluruh kekuatan Angkatan Udara Mesir saat pesawat dari Angkatan Udara Mesir masih ada di darat. Di dalam hari yang sama, Israel juga meluncurkan serangan yang sama ke Siria, Yordania, dan Irak. Dalam 6 hari pertempuran, Israel mengklaim telah menghancurkan 452 pesawat milik koalisi Arab, di mana 49 di antaranya adalah pertempuran udara.

Perang Yom Kippur

Dalam perang Yom Kippur, Israel gagal melakukan serangan pre-emptive karena tekanan dari pemerintah Israel sendiri. Angkatan Udara Israel mendapat banyak kekalahan pada awal perang, seperti pada Operasi Doogman 5 di mana Israel terbang dengan data intelijen yang tidak akurat,
serta tanpa perlindungan daripada misil anti serangan udara dan baterai flak pertahanan udara. 6 IAF Phantom hilang dalam operasi yang gagal ini. Israel berusaha meluncurkan Operation Tagar, suatu operasi yang bertujuan untuk melemahkan kekuatan pertahanan udara musuh, namun operasi ini ditinggalkan karena angkatan darat Israel juga mengalami banyak kemunduran. Namun seiring dengan kemajuan dari pihak koalisi Arab, Israel dapat menggunakan pesawat-pesawatnya dalam kapasitas serang darat, sehingga juga membantu mematahkan serangan darat dari Koalisi Arab.

Israel kehilangan 102 pesawat, termasuk 32 F-4 Phantorm, 53 A-4 Skyhawks, 11 Dassault Mirages, dan 6 IAI Sa'ars, meskipun dari sumber lain dikatakan 128 pesawat Israel hilang. Dari pihak koalisi Arab diperkirakan pihak Meskir kehilangan 235 sampai 242 pesawat, sementara dari pihak Siria kehilangan 135 sampai 179 pesawat.

2007 - 2013

Pada 6 September 2007, IAF melakukan serangan ke bangunan yang dianggap sebagai reaktor nuklir milik Siria. Dalam Operation Cast Lead, IAF juga melakukan lebih dari 2,360 serangan udara ke Gaza, yang dikritik karena menimbulkan kematian warga sipil dalam jumlah besar. Israel Air Force juga secara aktif melakukan pembunuhan terhadap komandan senior dari Hamas.

Daftar Komandan IAF

Yisrael Amir (Mei 1948 – Juli 1948) ,Aharon Remez (Juli 1948 – Desember 1950), Shlomo Shamir (Desember 1950 – Agustus 1951) ,Haim Laskov (Agustus 1951 – Mei 1953) ,Dan Tolkovsky (Mei 1953 – Juli 1958) ,Ezer Weizman (Juli 1958 – April 1966) ,Mordechai Hod (April 1966 – Mei 1973),Binyamin Peled (Mei 1973 – Oktober 1977) ,David Ivri (Oktober 1977 – Desember 1982),Amos Lapidot (Desember 1982 – September 1987) ,Avihu Ben-Nun (September 1987 – Januari 1992) ,Herzl Bodinger (Januari 1992 – Juli 1996) ,Eitan Ben Eliyahu (Juli 1996 – April 2000) ,Dan Halutz (April 2000 – April 2004) ,Elyezer Shkedy (April 2004 – Mei 2008) ,Ido Nehoshtan (Mei 2008 – Mei 2012), Amir Eshel (Mei 2012 . (Samar/disarikan dari berbagai sumber)
 

sam

No comment

Leave a Response