Mempertahankan Kesehatan Kelompok Usia Lanjut Saat Pandemi Covid 19

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Mencermati perkembangan Covid-19 di 25 negara berpenduduk terbanyak di dunia, ternyata penanganan pandemi Covid-19 sangatlah tidak mudah. Kondisi yang berbeda di tiap negara sampai saat ini, tak ada kebijakan yang sama persis di antara negara-negara itu dalam mengatasi pandemi. 

"Memang kita melihat, semua negara mengalami masa sulit mengatasi Covid-19, tetapi dengan koordinasi yang lebih baik ternyata negara yang tadinya terlihat parah, berhasil melalui masa-masa kritis dengan lebih tepat, "ungkap Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan/FIKes Unsoed Dr.Endang Triyanto,S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Einstein menambahkan bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020 satu setengah tahun ini, diketemukan kematian warga di perkotaan dan desa. Adapun gejala berat Covid-19 kata Einstein umumnya dialami orang lanjut usia atau memiliki masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker.

Sementara Anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia Dr.Endang Triyanto,S.Kep.,Ns.,M.Kep. memaparkan bahwa salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar virus Covid 19 adalah orang lanjut usia. Secara fisiologis kata Endang, orang yang sudah lanjut usia akan mengalami berbagai penurunan fungsi organ. 

"Penurunan fungsi organ diantaranya adalah penurunan imunitas, berkurangnya fungsi pendengaran, penglihatan, pengecapan. Tidak hanya itu, orang dengan lanjut usia akan mengalami penurunan fungsi paru dan jantung. Elastisitas pembuluh darah menurun, sehingga sering terjadi hipertensi. Fungsi paru juga demikian, makanya beberapa lansia akan mengalami sesak nafas pada saat aktivitas berlebih," kata Endang Triyanto.

Dikatakan, berbagai penyakit muncul pada orang usia lanjut. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, tercatat sebanyak 63.5% lansia menderita Hipertensi, 5.7% lansia dengan Diabetes Mellitus, 4.5% lansia dengan Penyakit Jantung, 4.4% lansia dengan Stroke, 0.8% lansia dengan Gangguan Ginjal dan 0.4% lansia menderita Kanker. 

"Berbagai kondisi tersebut menyebabkan kelompok lansia merupakan kelompok risiko tinggi mengalami keparahan dan kematian jika terpapar Covid-19. Oleh karena itu, perhatian lebih perlu ditujukan pada kelompok lanjut usia ini. Bagi keluarga yang memiliki lansia perlu sangat berhati-hati dan harus melindungi dirinya dari terpaparnya Covid-19,' lanjutnya.

Berikut ini cara agar orang dengan usia lanjut tetap terjaga kesehatannya menurut Ahli Keperawatan Keluarga dari FIKes (Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan) Unsoed ini;

1. Batasi Aktivitas Luar Rumah

Batasi aktivitas lansia ke luar rumah dan sedapat mungkin lansia agar tetap tinggal di rumah dengan melakukan kegiatan rutin sehari-hari. Apabila harus ke luar rumah, maka wajib memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, dan dilarang bersalaman dengan orang lain. Jauhi keramaian, perkumpulan dan kegiatan sosial, seperti arisan, reuni, rekreasi, pergi berbelanja, dan lain-lain,

2. Kebersihan Rumah

Meskipun lansia di rumah, namun kebersihan di rumah harus di jaga dan menjadi prioritas. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan sering cuci tangan menggunakan sabun, menjaga sirkulasi udara di rumah tetap terjaga dengan membuka jendela, dan memastikan cahaya matahari langsung masuk ke rumah,

3. Nutrisi Lansia

Keluarga wajib menyediakan makan makanan lansia dengan gizi seimbang yaitu cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Hindari makanan yang mengandung banyak kolesterol. Diupayakan lansia selalu minum yang hangat dan bila diperlukan minum multi vitamin serta hentikan merokok,

4. Olah Raga Lansia

Olah raga yang direkomendasikan bagi lansia adalah aktivitas fisik yang cukup di rumah, seperti olahraga ringan di dalam rumah menggunakan video tutorial, mengurus tanaman di sekitar rumah sambil berjemur di pagi hari, membuat berbagai produk kreativitas tangan untuk melatih motorik,

5. Kesehatan Jiwa Lansia

Cara menjaga kesehatan jiwa lansia dengan menghindari berita/informasi yang memancing rasa khawatir berlebihan. Keluarga dapat mengarahkan untuk menyimak berita positif yang memberi sugesti dan keyakinan yang dapat membangkitkan optimisme. Selain itu tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan anak, cucu, dan kerabat lain maupun teman melalui komunikasi jarak jauh, atau mengatur jadwal kunjungan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Aktivitas membaca buku dan mengisi teka-teki silang untuk mencegah penurunan kognisi, beribadah, memasak makanan yang disukai, atau aktivitas lain yang menyenangkan,

6. Tidur dan Masker

Anggota keluarga di rumah selalu memakai masker. Istirahat dan tidur lansia yang cukup, minimal 6-8 jam sehari.(hen)

redaksi

No comment

Leave a Response