Mempercepat Populasi Sapi Di Lahan Bekas Tambang

 

Matamatanews.com, KALIMANTAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memacu program pembangunan di sektor peternakan. Salah satu upaya untuk mewujudkan program pencapaian dua juta sapi, Pemprov Kaltim memanfaatkan bekas lahan tambang batubara secara optimal.

Pemprov Kaltim akan melibatkan pihak perusahaan tambang batubara, untuk pemanfaatan lahan mereka dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Program dua juta sapi ini dipacu Pemprov Kaltim karena adanya kebutuhan masyarakat akan sapi sangat besar. Selain pemanfaat lahan bekas tambang, upaya lain juga dilakukan dengan membeli sapi dari daerah lainnya, yakni dari Sulsel, Jatim dan lainnya, meningkatkan kesehatan hewan terintegratif, serta peningkatan kualitas dengan pengembangan kawasan peternakan dengan menggunakan semua potensi lahan pasca tambang dan perkebunan sawit.

Lahan bekas tambang, terutama batubara sangat banyak tersebar di Kaltim, hal ini dimanfaatkan oleh Pemprov Kaltim untuk memacu populasi sapi. Pola ini berjalan sudah cukup lama dan terus ditingkatkan. Berdasarkan penelitian, rumput yang dikonsumsi sapi dinyatakan aman, sehingga pengembangannya perlu dilakukan dan ditingkatkan.

Sementara, untuk integrasi sapi dengan perkebunan sawit juga sudah dilakukan di Kaltim, integrasi ini berhasil karena baik kebun sawit maupun sapi yang dipelihara di perkebunan sama-sama menguntungkan, yakni kotoran sapi jadi pupuk sawit, sedangkan limbah sawit digunakan untuk pakan ternak.

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengatakan bahwa, perusahaan diminta untuk memberikan izin masyarakat setempat (kelompok tani ternak) untuk berternak di bekas lahan tambang. Program kerjasama Pemprov Kaltim dengan perusahaan batubara sudah dijalankan sejak tahun 2015 silam, dan diharapkan ke depannya, dengan program ini, maka kebutuhan masyarakat akan sapi terpenuhi dengan penambahan lahan eks tambang batu bara atau kelapa sawit. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response