Memaknai Sebuah Meriam Gunung Yang Dipajang Di Unsoed Convention Cente

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, untuk mengenang peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945 lampau. Pertempuran Surabaya menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah Indonesia. Momentum Hari Pahlawan mengingatkan bangsa Indonesia bisa merdeka karena para pahlawan bersinergi melawan penjajah. Tanpa perjuangannya di masa lalu, kemerdekaan mungkin tidak dirasakan bangsa ini.

Agar generasi muda dapat menjiwai dan mempraktikkan nilai-nilai kepahlawanan, mereka harus diingatkan dengan sosok pahlawan, bahwa pada masa lalu, pahlawan identik dengan memegang senjata. Salah satunya dengan mengenalkan alutsista (alat utama sistem persenjataan) yang dimiliki TNI AD berupa tank dan meriam yang keduanya terpajang di Kampus Unsoed Purwokerto.

Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum mengungkapkan, akhir Oktober 2020 dua buah meriam menghiasi sisi selatan pintu masuk dan sisi utara pintu keluar Auditorium Graha Widyatama Unsoed. Sebelumnya, pada hari Sabtu 22 Desember 2018 Unsoed juga menerima sebuah kendaraan tempur (ranpur) lapis baja "Ranpur Tank AMX-13/APC" dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Sementara Wakil Rektor Unsoed Bidang Umum dan Keuangan Prof.Dr.Hibnu Nugroho,SH.,M.Hum. mengatakan bahwa meriam memiliki makna pandangan jauh ke depan.  

“Tembakan meriam yang jauh memiliki makna bahwa kita harus berpandangan jauh ke depan, "ungkapnya.

Prof.Dr.Hibnu menjelaskan meriam gunung buatan Yugoslavia Tahun 1948 hibah dari MABES TNI AD ini menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. 

"Diharapkan keberadaannya menginspirasi kita sebagai anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan ini,” jelasnya.

Meriam gunung kaliber 76 mm dikembangkan setelah perang dunia II untuk memenuhi persyaratan tempur bergerak di wilayah pegunungan. Meriam ini menggunakan 2 roda, untuk mobilitasnya cukup ditarik kendaraan sekelas jip atau truk ringan. Secara teknis dua meriam ini memiliki panjang laras 1.178 mm, panjang meriam posisi tempur 3.070 mm, panjang posisi angkut 2.420 mm, berat 720 kg, sudut elevasi 45 derajat, kecepatan tembak 25 butir/menit, dan jarak maksimal 8.750.

Lebih lanjut Einstein menambahkan bahwa satu unit Tank monumen di kawasan bunderan Gelanggang Olah Raga Soesilo Soedarman dan dua meriam di Unsoed Convention Center, selain sebagai wisata sekaligus edukasi bertema sejarah, juga diharapkan dapat menambah inspirasi bagi generasi yang akan datang. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response