Media AS Gunakan Putin dan Rusia Untuk Jatuhkan Donald Trump

 

Matamatanews.com,JAKARTA—Pihak demokrat menggunakan media untuk menyebarkan propaganda anti-Rusia dalam upaya untuk menjelekkan kampanye Trump dengan sebuah indikasi yang terlalu mengada-ada termasuk bahwa miliarder real estate ini bersekongkol dengan Putin untuk menyerang kampung halaman istrinya.

Bagi mereka di AS yang mencari nama Donald Trump di internet sehari setelah Konvensi Partai Republik akan menemukan tanggapan kritis dari para ahli mainstream, dengan 12 dari 14 artikel teratas menunjukkan artikel berjudul “Trump membuktikan bahwa ia adalah anjing peliharaan Putin.

Setelah WikiLeaks mengungkap konspirasi Partai Demokratik dengan media-media perusahaan menjelekkan nama baik Bernie Sanders mengenai etnis dan agamanya sementara mengangkat cerita-cerita perselisihan dalam kampanye dan kekerasan di kalangan pengikutnya – semua ini tidak memiliki kebenaran – tampak bahwa narasi tersebut yang berasal dari kampanye Clinton digunakan sebagai berita utama.

Washington Post menegaskan bahwa “ada hubungan mencurigakan antara tim Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin” sebelum membandingkannya dengan Naom Chomsky dari sayap kiri dalam upaya untuk secara efektif memicu amarah kandidat presiden Trump yang slogannya adalah “America First” yang tidak ingin mengambil resiko perang dengan orang-orang yang telah lama meninggalkan komunisme dalam sebuah upaya untuk memangsa ketidaktahuan masyarakat mengenai urusan luar negeri.

The Atlantic tidak mau kalah dengan mengangkat sebuah artikel berjudul “Ini Resmi: Hilary Clinton Menjalankan Kampanye Melawan Vladimir Putin.”It’s Official: Hillary Clinton is Running Against Vladimir Putin” yang berpendapat bahwa “simpati Trump untuk Putin bukanlah sebuah rahasia” dan mengatakan bahwa manajer kampanye Trump, Paul Manafort “selama bertahun-tahun digaji oleh mantan presiden Ukraina, Viktor Yanikovych”.

“Seberapa jauh hubungan Trump dan Putin inni?” tanya Steve Benen dari MSNBC dalam sebuah artikel yang menunjukkan bahwa calon presiden dari Partai Republik ini adalah agen yang ditempatkan oleh Kremlin dengan Trump yang mengatakan “Saya tidak mempunyai komentar mengenai ini”.

Kontributor CNN dan koresponden New Yorker Magazine, Ryan Lizza beraksi dengan mengatakan dalam postingan Twitter yang secara luas di-retweet bahwa ia “baru saja berbicara seorang anggota Kongres GOP yang mengatakan bahwa kisah yang paling tertutup dari konvensi tersebut adalah bagaimana Trump membantu Dasar GOP ini berubah menjadi lebih pro-Putin.”

Media online Slate tidak mau kalah dengan merilis artikel berjudul “Pemenang Sebenarnya dari Konvensi Nasional Republik: Vladimir Putin” diikuti dengan sebuah sub-judul “Kampanye Trump meneruskan upaya menakutkan untuk mempererat hubungan dengan Kremlin”. Sementara menyeburkan Trump “sangat tidak kompeten” – sebuah frase yang seharusnya ditujukan bagi Hillary Clinton di penjara jika Direktur FBI James Comey mengatakannya – artikel ini mengatakan bahwa Trump telah “sangat efektif mempengaruhi para pendukung Partai Republik menyukai Vladimir Putin.”

Putin pasti merasa bahwa Trump menganggap dirinya sendiri telah menjabat beberapa tahun dalam pemerintahannya karena ia tampaknya “sering menang, dan semakin bosan untuk menang” setelah disebut sebagai “pemenang besar” dari langkah Brexit, juara dari Konvensi Nasional Partai Republik, dan pemenang dari upaya kudeta gagal di Turki – setiap cerita utama dalam sebulan terakhir entah bagaimana berbelit menjadi narasi propaganda terhadap Rusia.

The Daily Beast mengenakan mahkota propaganda cabul anti-Rusia setelah Konvensi Nasional Partai Republik yang mengusulkan dalam judul artikel mereka bahwa “Donald Trump mengundang Putin untuk menyerang kampung halaman Melania Trump” karena ia menuntut bahwa rekan-rekan NATO AS harus membayar bagian mereka dengan adil jika mereka ingin AS mendukung mereka dalam konflik.

NY Daily News mengatakan bahwa Trump mendukung Putin, CNBC menunjukkan bahwa sifat Trump terhadap Moskow akan berubah saat ia menjadi lebih matang, Wall Street Journal menunjukkan bahwa sikap Trump terhadap Rusia ini mirip dengan seorang remaja yang sedang bingung, Bloomberg merindukan Partai Republik yang sebelumnya “menentang Putin”, Yahoo percaya bahwa Trump telah membuat Putin sebagai “orang yang sangat bahagia”, dan mungkin yang paling lucu adalah dari New York Times yang bertanya-tanya apakah “Trump terobsesi dengan Putin dan Rusia.”

Namun Newsweek lah yang secara langsung bertanya pada pokoknya, “Apakah Donald Trump memiliki kemitraan subversif dengan mesin propaganda Vladimir Putin?”

Apa bukti mereka untuk memberitahukan kepada rakyat AS bahwa Trump adalah seorang pengkhianat? Penasihat kebijakan luar negeri, Jenderal Michael Flynn yang dengan tepat memprediksi kemunculan ISIS ketika menjabat kepala Pertahanan Intelijen AS, muncul bersama RT untuk membahas masalah-masalah internasional dan perang melawan terorisme sementara dua dari staf Trump telah melobi badan-badan milik Rusia pada tahun-tahun terakhir.

Apakah strategi jahat yang menggunakan propaganda anti-Rusia untuk menjelekkan kampanye Trump akan muncul dalam babak berikutnya dari bocoran Konvensi Nasional Partai Demokrat oleh Guccifer 2.0 diterbitkan oleh WikiLeaks? Sebuah kemungkinan yang pasti.(Sputnik News/icam/ZE Journal/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response