Mayat Baru Ditemukan dari Kuburan Massal Tarhuna, Libya

Matamatanews.com,  TARHUNA—Mayat baru dikabarkan ditemukan dari kuburan massal di kota Tarhuna, selatan ibukota Tripoli, Libya, tulis  Libya Observer pada Kamis (26/8/2021) kemarin seperti dikutip harian Turki Daily Sabah.

Pada bulan Maret, otoritas Libya mengatakan memiliki daftar 3.650 orang hilang di berbagai kota Libya, termasuk 350 di Tarhuna, yang merupakan kubu Jenderal Khalifa Haftar sebelum dia dikalahkan dan dipaksa meninggalkan kota pada Juni 2020.

Menurut sumber resmi Libya, pasukan Haftar dan milisi yang berafiliasi melakukan kejahatan perang dan tindakan genosida pada periode antara April 2019 dan Juni 2020.

Pada Juli, lebih dari 140 mayat telah digali dalam proses lambat yang dimulai pada Juni 2020 setelah kota itu direbut dari pasukan berbasis timur yang setia kepada panglima perang Haftar. Milisi al-Kaniyat pertama kali mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional yang berbasis di Tripoli, yang sebagian besar didukung oleh Turki dan Qatar.

Tetapi ketika pasukan Haftar menggunakan Tarhuna sebagai landasan peluncuran untuk serangan terhadap ibu kota pada April 2019, al-Kaniyat beralih loyalitas. Mereka memilih pihak yang kalah.

Organisasi Hak Azasi Manusia (Human Rights Watch -HRW) mengatakan sedikitnya 338 orang diculik atau dilaporkan hilang selama lima tahun pemerintahan al-Kaniyat. "Warga melaporkan bahwa milisi sering menculik, menahan, menyiksa, membunuh dan (menyebabkan) hilangnya orang-orang yang menentang mereka atau yang dicurigai melakukannya," kata HRW.(bar)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response