Matamatanews.com Mengedepankan Fakta Tanpa Rekayasa

 

Matamatanews.com media baru? Bisa iya, bisa juga sebaliknya. Dengan mengambil kata “Matamatanews”  sebagai nama, kami ingin mengetengahkan fakta dan menggalang opini setepat-tepatnya. Tentu saja, kami akan berusaha keras kearah itu, meski jumlah awak  media ini masih sangat terbatas.

Kami akan berusaha mengetengahkan fakta  dari tangan pertama, apa adanya, tanpa memelintirnya. Biarlah fakta yang berbicara sesuai dengan hakikatnya. Dengan demikian, kebenaran akan tersajikan secara lugas. Syukur-syukur, kebenaran yang tersuguhkan itu dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat.

Pada tahap awal ini, dengan jumlah awak yang masih sangat terbatas, kami berusaha keras memperluas cakupan liputan. Pelan tapi pasti, kami berikhtiar menelisik ke wilayah yang mungkin secara tradisional tak ter-cover oleh sorotan media massa.

Demikian pula dengan rubrikasi, yang merupakan titik berat perhatian akan persoalan yang sedang menghangat, pada edisi perdana ini,masih akan tampak sederhana dan kuno. Namun, kami akan berupaya menyeimbangkan kebutuhan pembaca akan bidang khusus yang tengah menjadi sorotan.

Sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi, kami tentu saja akan melakukan kritik sosial. Mungkin dalam kaitan ini, Anda akan menyanggah bahwa “tak ada kritik yang membangun, karena pada hakikatnya kritik itu tak lain dari kecaman”. Percayalah,kami akan berpedomankan kepercayaan bahwa pada galibnya manusia itu baik dan mau diajak bersama-sama berlomba berbuat kebajikan.

Pepatah kuno menyatakan Vos Populi Vos Dei atau “Suara Rakyat Suara Tuhan”. Karena itu, kami akan berusaha keras memenuhi hajat hidup orang banyak yaitu  masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila . Bisa saja Anda curiga,bahwa kami akan mengejar pencapaian etos pers kuno”bahwa anjing menggigit orang itu biasa, dan bahwa orang  menggigit anjing itu baru luar biasa”. Izinkan kami bertekad tidak akan mengejar sensasi, melainkan menulis hasil liputan yang seimbang dari kedua sisi.

Dalam hal sengketa, misalnya,kami akan melaporkannya dengan mengutip pendapat kedua pihak yang berperkara. Toh, ada undang-undang sebagai penengahnya. Terakhir, dengan memohon dan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami kiranya senantiasa memandang yang benar tampak benar dan yang salah terlihat salah. Jangan sampailah kiranya kami terjerumus melihat yang benar itu salah dan salah itu benar. Dengan perkenan  Tuhan dan petunjuk-NYA, kami akan bekerja sebaik mungkin berlandaskan kebenaran dan keadilan, sebagaimana nama media ini “Matamatanews”.* (samar)

sam

No comment

Leave a Response