Masyarakat dan DPRD Tolak Kahadiran Semen Cina di Maros

 

Matamatanews.com.MAROS—Tampaknya kehadiran investor asal Cina tidak selamanya diterima masyarakat,meski usaha yang akan dibukanya mengurangi pegangguran. Sebut saja perusahaan asal Cina yang berkeinginan membangun pabrik semen  di daerah Maros, Sulawesi Selatan. Investor Cina tersebut dikhawatirkan akan mematikan produksi semen lokal,seperti semen Bosowa dan semen Tonasa yang selama ini telah lebih dulu menguasai pasar.

Guna mengantisipasi hal itu, Komisi II DPRD Maros yang membidangi pertambangan,investasi dan industri, menyatakan keberatan bila investor semen asal Cina masuk dan mengeksplorasi kekayaan alam di Maros. A Said Patombongi ,anggota Komisi II yang membidangi masalah ini,menyatakan bahwa masalah semen di Maros bukan menjadi kebutuhan primer masyarakat saat ini. Menurutnya Bosowa telah menutupi kebutuhan semen di Maros  sesuai kebutuhan bahkan berlebih,papar caleg asal PKS DPRD Sulsel kepada wartawan,ketika itu.

Hal senada juga dilontarkan anggota Komisi II lainnya, yaitu Akbar Endra, bahwa dalam masalah ini dewan akan mengedepankan kepentingan masyarakat. Seluruh komponen akan bergandengan tangan menolak investor semen asal Cina tersebut di Maros. "Kita sama sama menolak rencana investor. Pendapat komisi II sudah bulat untuk menolak. Kita mau selamatkan karst kita," tegas Akbar. Mampukah DPRD dan masyarakat menolak hasrat investor asal Cina meneruskan niatnya membangun pabrik semen ditengah penolakan yang semakin gencar itu? Kita tunggu saja hasilnya ke depan.*(was/irsan/icam/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response