Masjid Agung Baitussalam Purwokerto Bantu Air Bersih Untuk Masyarakat Banyumas

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Humas Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB) Ir.H.Alief Einstein,M.Hum. mengatakan bahwa salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) /Suistainable Development Goals (SDG's) yang diadopsi oleh negara-negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah tujuan ke enam (6) yakni "memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan" bagi masyarakat.

Einstein menambahkan meskipun saat ini hujan mulai turun di beberapa wilayah Kab.Banyumas, namun musim kemarau yang berkepanjangan telah berdampak pada kekeringan, membuat warga mengalami kekurangan air bersih di berbagai desa. 

"Melihat kondisi tersebut Takmir Masjid Agung Baitussalam (MAB) Purwokerto berinisiatif terus berupaya mendistribusikan bantuan air bersih, " papar Ketua Takmir MAB Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd.

Menurut Ketua Panitia Bantuan Air Bersih MAB Noor Asyik  sebanyak 40 tangki disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Banyumas sejak awal November 2019. Bantuan tersebut menurutnya merupakan program  Pelayanan Sosial dari jamaah MAB kepada masyarakat Banyumas yang di beberapa wilayah desa mengalami krisis air bersih dan mereka sulit mendapatkannya guna kebutuhan sehari-hari.

Asyik mengatakan bahwa Takmir MAB dalam penyaluran air bersih berkoordinasi dan kerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kab.Banyumas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas terkait penyediaan air serta armada "truk tangki".

"Proses penyaluran bantuan berawal dari informasi BPPD, sasaran pengiriman air bersih dari MAB di antaranya: Panususpan Cilongok, Kedungpring Kemranjen, Banjar Parakan Rawalo, Keniten, Jatisari Cilongok, Banteran Wangon, Kedung Banteng, Pangebatan Karang Lewas, " kata Asyik.

Pengiriman air bersih pertama berlangsung hari Sabtu (2/11/19) di lepas oleh Ketua YMAB Achmad Mulyono didampingi Takmir MAB Bagian Pelayanan Sosial Noor Asyik. Tujuan pengiriman Desa Panusupan Kec. Cilongok, berangkat pukul 10.00 dari  depan MAB.  Sedangkan pengiriman  ke dua berlangsung hari Minggu (3/11/19) berangkat pukul 09.00 dengan 3 tangki mobil dari BPBD dan PDAM tujuannya ke Desa Kedungpring Kemranjen yang didampingi Wakil Ketua Takmir MAB Mustholih dan beberapa  pengurus Takmir MAB lainnya.

Asyik yang juga dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam di FH, FEB, FISIP, dan Faperta Unsoed menjelaskan bahwa bantuan air bersih dari MAB di kirim langsung dengan "truk tanki" ke desa-desa yang membutuhkan air bersih.Sementara  Einstein menuturkan bahwa warga desa memang sangat membutuhkan air bersih, merekapun sangat antusias saat melihat "truk tangki air" datang. 

"Masyarakat desa yang sudah menunggu pun secara tertib dan antre mendapatkan air bersih yang disalurkan oleh MAB, ada yang membawa "ember" dan jenis tempat air lainnya, Mereka langsung membariskan ember dan galon bawaan sesuai waktu kedatangan masing-masing. Bahkan di beberapa desa, masyarakat setempat ada yang membuat "kolam" penampungan  air bersih dari plastik dan bambu yang dibuat seperti bak penampungan air dengan tujuan nantinya masyarakat desa tinggal mengambil air dari bak penampungan tersebut, " katanya.

Sehubungan setiap musim kemarau di wilayah Banyumas banyak desa yang kekeringan dan membutuhkan air bersih, Takmir MAB Asyik mengajak kepada masyarakat dan lembaga lain bersama pemerintah untuk meringankan beban masyrakat yang membutuhkan air bersih yang secara permanen.

"Dengan membuatkan sumur bor serta mengedukasi masyarakat untuk menanam lebih banyak pohon maka ketika musim kemarau mampu menampung debit air dan tidak kekurangan air bersih. Kami berharap, semoga program ini bermanfaat bagi masyarakat, " pungkas Asyik. *(hen/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response