Masalah Pernafasan Pada Anak

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Menurut data yang ada di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus kematian akibat penyakit pneumonia pada tahun 2015 sebanyak 15 persen terjadi pada anak berusia lima tahun. Terdapat 920.136 kasus kematian atau 2.500 kasus kematian perharinya. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia bagi anak-anak yang berusia dibawah lima tahun.

Indonesia sendiri masuk dalam 10 besar dimana penyakit pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak dibawah usia lima tahun. Pneumonia sering menyerang seseorang yang mempunyai daya tahan tubuh yang tidak kuat seperti bayi, balita dan orang tua. Berdasarkan data yang di peroleh dari puskesmas, hingga september 2016 laporan terkiat penyakit ini mencapai 289.246 kasus.

Penyakit ini sendiri bisa berasal dari mikroorganisme termasuk virus, bakteri, dan jamur Namun, yang menjadi penyebab utama ialah streptococcuss pneumoniae yang sering ditemukan pada anak-anak. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Kristina Widaningrum mengatakan bakteri ini sebenarnya sudah ada di dalah tubuh manusia , tepatnya di nasofaring (belakang hidung) dan bersifat patogen.

Pada saat kondisi fisik anak menurun, bakteri ini menyebar dan dapat membahayakan bagi kesehatan anak. “Jika sudah masuk kedalam saluran pernafasan dan terbawa ke paru-paru maka bisa terserang pneumonia”, ujan kristina.

Kepala Eksekutif Badan Dana Anak PBB (UNICEF) Anthony Lake, saat berada di Jenewa, Swiss mengatakan polusi udara sangat erat kaitannya dengan kasus pneumonia dan radang paru basah pada anak.

Untuk mencegah penyakit ini terjadi bisa dilakukan dengan cara pemberian ASI eksklusif selain itu orang tua diharapkan dapat menyeimbangkan gizi anak, menghindari faktor lingkungan (polusi dan rokok) serta melakukan imunisasi.

Imunisasi yang diberikan dapat berupa imunisasi campak dan batuk rejan, namun ada vaksin baru yang mempunyai proteksi tinggi seperti vaksin Hib dan streptococcuss pneumoniae serta vaksin conjugate pneumoccoccal vaccines (PCV). (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response