Mantan Menlu Timor Leste Hadiri Silahturahmi KAFapet Unsoed

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Keluarga alumni Fakultas Peternakan (KAFapet) Unsoed mengadakan pertemuan secara daring/online pada Sabtu (13/6). "Pertemuan kali ini sangat istimewa, karena digelar dalam rangka halal bihalal menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H dan ajang temu kangen setelah lama tidak bertemu, "ungkap Humas Dies Natalis ke -54 Fapet Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum.

Menurut panitia penyelenggara Ajeng Wirachmi, sebanyak 160 orang hadir sebagai peserta terdiri dari peserta lintas angkatan juga profesi. Tercatat, beberapa alumni dari tahun1978 hingga 2016. 

"Alumni Fapet Unsoed tersebar  dari Sabang hingga Merauke, bahkan ada dari negara tetangga seperti Thailand, Australia, serta Mozambik menambah semarak suasana halalbihalal yang digagas pertama kali oleh Farid Dimyati (angkatan ’09) ini, "ujar Ajeng.

Lebih lanjut Einstein menambahkan acara yang dihelat selama dua setengah jam ini sangat kental dengan suasana kekeluargaan. Beberapa tokoh memberi sambutan hangat seperti Dekan Fapet Unsoed Purwokerto Prof.Dr.Ismoyowati,MP, Wakil Rektor Unsoed Bidang Akademik Prof.Dr.Ir.Akhmad Sodiq,M.Sc.Agr., 

Ketua Umum Keluarga Alumni Unsoed Astera Primanto Bhakti, serta Mantan Menteri Luar Negeri Timor Leste Hernani Filomena Coelho da Silva.

“Saya salut dengan KAFapet yang masih bisa melacak dan menghubungi seluruh alumni di berbagai tempat. Meskipun sudah puluhan tahun lulus dari Fakultas Peternakan, saya masih bisa menjalin komunikasi baik dengan kawan-kawan,” ujar Hernani senang. 

“Apapun yang sedang didiskusikan, yang terpenting adalah bagaimana kebijakan pemerintah diterapkan dan implementasinya pada bidang peternakan, " tambah Hernani.

Sementara Ajeng menambahkan,  pihak Fakultas turut hadir dan memberikan support terhadap para alumni diantaranya Wakil Dekan Bidang Akademik Novie Andri, serta Wakil Dekan Bidang Mahasiswa, Alumni, dan Kerjasama Yusuf Subagyo.

"Talkshow diramaikan oleh Alumni Lintas Wilayah dan para milenial, mengusung tema ‘Strategi Industri Peternakan di Dalam dan Luar Negeri dalam Rangka Menghadapi Era Kenormalan Baru’. Menilik temanya sangat menarik, seru dan dipenuhi diskusi, " jelas Ajeng.

1. Talkshow

a. Kondisi Peternakan Dalam Negeri

Industri perunggasan Indonesia merupakan sektor utama bagi perekonomian nasional. Rupanya, industri ini memasok 65 % protein hewani masyarakat. Memasuki era kenormalan baru, Ismoyowati yang juga  pakar perunggasan ini menyampaikan bahwa industri unggas sebetulnya memiliki harapan yang positif. 

“Di Indonesia, harga ayam pedaging (broiler) dan telur secara konsisten lebih tinggi dibandingkan di Eropa dan Amerika. Pertumbuhan produk atau industri unggas juga terpantau konstan di sini. Tentunya, didukung oleh meningkatnya permintaan yang menjadi elemen penting dalam menjaga harga tetap tinggi,” papar Ismoyowati.

Tidak terdapat perubahan yang mencolok mengenai prioritas konsumsi produk asal ternak. Seperti diketahui, telur dan daging ayam adalah produk peternakan yang banyak dikonsumsi dan mudah diperoleh masyarakat Indonesia. Ismoyowati memberikan masukan dan strategi kepada pemerintah untuk melakukan koordinasi dan sinergi. Contohnya kerjasama Kementerian Perdagangan dan Kementrian Pertanian dalam kebijakan tataniaga dan supply produk. 

“Seiring naiknya PDB (Produk Domestik Bruto), maka konsumsi produk unggas dalam negeri akan semakin meningkat. Pemerintah dan industri harus bekerjasama dalam mengembangkan volume dan proyeksi produksi yang akurat,” sarannya.

b. Kondisi Peternakan Luar Negeri

Alumni Fapet Unsoed 2010 Rayudika Patindra Purba,PhD. yang menetap di Thailand memberikan informasi mengenai kondisi peternakan Thailand saat ini. Rayudika menjelaskan jika kondisi peternakan saat pandemi di negaranya tidak terpengaruh. Pria yang juga jebolan Suranaree University of Technology ini menjabarkan jika pemerintah Thailand cukup sigap dan tegas dalam menjalankan protokol kesehatan. Itulah sebabnya, mengapa peternakan tidak ikut terdampak corona.

"Saya pernah lupa menggunakan masker setelah olahraga. Kemudian, saya membeli minum di sebuah kedai. Saya ditegur dan diberikan sanksi oleh petugas. Sebenarnya, yang membuat shock adalah sanksi sosial dari masyarakat sekitar,” beber Rayudika.

Kabar serupa datang dari Australia, salah satu alumni Fapet Unsoed angkatan 1982, Dr.Ir. Mulyoto Pangestu memaparkan suasana sektor peternakan saat pandemi Covid-19 di Australia. Menurutnya, kondisi peternakan di Australia masih stabil tanpa terpengaruh pandemi. Hal ini dikarenakan sistem pertanian yang sarat peralatan dan mekanisasi baik. 

"Distribusi dan pemasaran domestik tetap berjalan seperti biasa, termasuk pada industri hulu, hilir, dan sektor pendukung lainnya,” kata Mulyoto yang juga dosen di Monash University, Melbourne Australia ini.

Pembatasan pada sektor hiburan dan restoran tak pelak mengubah pola konsumsi masyarakat Australia dari membeli makanan menjadi masak sendiri. Sementara Australia juga mengalami kemerosotan jumlah ekspor ke luar negeri, terutama China.

“Permasalahan yang menghadang Australia pada awal pandemi (Februari-Maret) adalah terjadinya kelangkaan bahan kimia saat China mengalami Covid-19 gelombang pertama. Ekspor produk juga terganggu,” tambah Mulyoto.

2. Diramaikan Alumni Lintas Wilayah

Alumni Fapet tersebar di wilayah Indonesia hadir untuk menyemarakkan suasana sembari bertukar informasi, terkait keadaan di daerah masing-masing. Bambang Rijanto Japutra, Ketua Alumni Fapet Unsoed mengapresiasi acara tersebut. 

"Semoga, kita dapat berkumpul kembali dalam reuni akbar pada Februari 2021 mendatang," harap dia saat memberikan sambutan di awal acara. 

Para Ketua Umum dan pengurus Kafapet di pulau Jawa yang hadir antara lain: Ketua Kajian Jabodetabeksesuci Puji Hartono, Roni Fadilah (Ketua Kafapet Jabodetabek), Yudhie Akhmadi (Sekretaris), Wiseno selaku Dewan Pembina dan Danur Rumanti angkatan 1994 asal Cianjur.

Turut bergabung pula Mas Dwijo (Ketua KAFapet Banten), Carlita Farmasiana (Ketua KAFapet Bandung Raya), Nuroso (Sekjen KAFapet Priangan Timur), Firgian Ardigurnita (Pengurus KAFapet Priangan Timur), Ashar Saputra (Ketua KAFapet Ciayumajakuning), Waeyanto (Ketua KAFapet Pantura), Agus Achonk (Pengurus KAFapet Pantura). Sementara untuk wilayah Barlingmascakep diwakilkan oleh Supranoto (Pengurus dan dosen Fapet Unwiku), Darko (Pengurus), Hery Supriadi, Deden Burhanudin, Melia Nasution, dan Wiwit Saputra. 

Sementara Ketua Kafapet Semarang Raya, Hartadi Prasetyo didampingi beberapa pengurus yakni Agus Kadarisman, Erie Sasmita, serta Rumsari. Adapula Giarso Setiawan (Ketua Kafapet Solo Raya), dan Kafapet Jawa Timur diwakilkan Takris Pranata (Ketua, Surabaya), Kusdiyarto (Surabaya), dan Erda Syaiful (Malang).

Tak kalah ramai, ada perwakilan alumni dari luar pulau Jawa. Diantaranya Lili Mawarti (Sekjen Lampung), Kafapet Bengkulu Dr. Sunaryadi, Anis Wahdi (Ketua Kafapet Kalimantan), DR. Heri Sujoko (Palangkaraya). Wilayah Sumbagsel, diwakilkan oleh Asril (Ketua). 

“Saya sangat senang, karena hari ini bisa bertemu dengan para alumni Fapet Unsoed di seluruh tanah air. Selamat hari raya Idul Fitri 1441 H, mohon maaf lahir dan batin. Kondisi saya disini baik, namun belum berani beraktivitas ke luar rumah,” kata Sri Maulidini wakil Kafapet Sumut.

Dari KAFapet Sulawesi ada Herdiyan Saad (Toli Toli, Sulteng) dan Rofiq Al Amin (Ketua KAFapet Sulawesi). Bergabung pula Sigit Purnomo (Ambon, Maluku), Papua diwakili oleh Sekjen, Nurtania Sudarmi dan Ketua KAPAS Fapet Unsoed, Chandra. 

Ketua Umum dan Pengurus Keluarga Alumni Fakultas di lingkungan Unsoed yang hadir adalah Toto Syamsudin Hadi Sutarto dan Final Prajnanta (Ketua Umum dan pengurus KAFaperta), Andrijani (Pengurus KAFH), Rudi Pribadi (KAFabio), Ari Fadli (Pengurus KAFT), Adi Indrayanto (Ketua Umum KAFEB), dan dr. Yohan Wenas (Ketua Umum KAFK). Sedangkan Pengurus KAUNSOED yang ikut bergabung adalah Astera Primanto Bhakti (Ketua Umum) dan Zainal Abidin, pengurus.

3. Milenial Ikut Bergabung

Acara yang dihelat oleh KAFapet Unsoed ini, telah dipersiapkan oleh tim Kafapet-Unsoed.com. Mereka adalah Farid Dimyati, Fajar Hidayat, Ajeng Wirachmi, Fajar Dwi Pamuji, Masirom, Roni Fadilah, Bambang Suharno, Yudhie Akhmadi, Sri Maulidini, Sutriyono Robert, Ryan Shofiandi, Zanuar Arifin, dan Nurtania Sudarmi.

Selain bertujuan untuk temu kangen, pertemuan ini juga membicarakan kekompakan dan kehebatan organisasi KAFapet, hubungan baik dengan KAUNSOED dan Keluarga Alumni Fakultas di lingkungan Unsoed.

Banyaknya milenial yang bergabung seperti Bayu Aditya, Dwi Gunadi, Primariyan, dan lain lain membuktikan bahwa KAFapet Unsoed tak perlu khawatir kehilangan penerusnya. Sebab, generasi 2000an siap menunjukkan taringnya demi memajukan dan menjaga nama baik Fakultas Peternakan Unsoed.(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response