Malaysia akan Terapkan Subsidi Jika Harga Minyak Melambung

 

Matamatanews.com, PUTRAJAYA—Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahatir Mohammad dalam pernyataannya seperti dilansir The Star online dari kantor berita Bernama mengatakan, bahwa langkah Arab Saudi untuk menghentikan sementara produksi di dua fasilitas minyak utama negara Aramco pasca serangan drone oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman dipastikan akan berdampak terhadap harga minyak global.Namun, kata Mahatir di Malaysia, pemerintah akan mengambil sikap intervensi melalui subsidi untuk mengimbangi kenaikan harga minyak tersebut.

"Jika Arab Saudi harus menghentikan produksi minyak rafinasi sebesar satu juta barel (per hari), itu pasti akan berdampak pada harga minyak global.”

"Di Malaysia, ketika ada kenaikan harga minyak, kami akan memberikan subsidi. Tidak seperti di Inggris, jika harga minyak melonjak, pemerintah akan menaikkan pajak dan orang-orang tidak mengeluh," Kata Mahatir Mohammad dalam jumpa pers seusai menyaksikan Putrajaya Boat Race 2019 pada Minggu (15/9/2019) kemarin.

Mahatir mengatakan hal itu ketika ditanya wartawan apakah akan meninjau harga bensin eceran RON95, yang saat ini berada di harga RM2,08 per liter, jika harga minyak global melambung pasca serangan tersebut.Menteri energi Arab saudi Pangeran Abdulaziz Salman seperti dikutip kantor berota Arab Saudi SPA pada Minggu kemarin mengatakan bahwa serangan terhadap Abqaiq dan Khurais, dua fasilitas utama Aramco di Arab Saudi timur, telah menghentikan sebagian produksi minyak dan gas dari eksportir minyak utama dunia.

Dalam pernyataan terpisah, Aramco mengatakan serangan itu "telah menghasilkan penangguhan produksi 5,7 juta barel minyak mentah per hari". Serangan pesawat tak berawak ke Abqaiq dan Khurais adalah insiden terbaru agresi teroris terhadap fasilitas minyak Saudi dalam beberapa bulan terakhir.

Pemberontak Houthi yang memiliki hubungan dengan Iran mengatakan mereka meluncurkan "operasi besar-besaran yang melibatkan 10 pesawat tanpa awak" di fasilitas itu, stasiun televisi kelompok Al-Masirah melaporkan.(icam)

redaksi

No comment

Leave a Response