Mahasiswa Fak.MIPA Unsoed Lakukan Pencarian Sumber Air Di Bawah Tanah

 

Matamatanews.com, PURBALINGGA -Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum mengatakan, Himpunan Mahasiswa Fisika Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto gelar acara Fisika Mengabdi 2019 pada hari Sabtu tanggal 23 November 2019 di Desa Cendana, Kec. Kutasari, Kab. Purbalingga. 

Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika Unsoed periode 2019 Hendri Prasetyo memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud implemntasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memanfaatkan ilmu-ilmu fisika untuk membantu masyarakat. 

"Permasalahan yang sedang terjadi di Desa Cendana yang mengalami keresahan akan kebutuhan air bersih yang semakin sulit. Untuk mendapatkan air bersih mereka harus menunggu "giliran jatah" air bersih dari PDAM yang diangkut menggunakan mobil tangki, "ujar Hendri.

Menurutnya adanya ilmu-ilmu fisika seperti geofisika seperti metode schlumberger pada geolistrik dapat digunakan untuk mengetahui kemungkinan adanya batuan aquifer di dalam tanah yang menyimpan air sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. 

Hendri menjelaskan, kegiatan lain dari Fisika Mengabdi 2019 dilaksanakan di SD N 1 Cendana dengan melibatkan siswa kelas 6 untuk melakukan eksperimen fisika yang bertujuan untuk mengenalkan ilmu-ilmu fisika pada mereka. 

"Fisika Mengabdi 2019 juga menggalang dana untuk mendonasikan buku bacaan bagi SD N 1 Cendana yang tujuannya untuk meningkatkan minat baca para siswa SD sehingga mereka paham akan ilmu-ilmu apa saja yang bermanfaat, dapat diambil dan dapat membuka wawasan mereka, " terangnya.

Adanya kegiatan Mahasiswa Jurusan Fisika Unsoed di Desa Cendana ternyata membawa berbagai kesan dan pesan dari masyarakat desa. Diantaranya Kepala Desa Cendana Sujono (46 tahun) yang mengatakan bahwa warga Desa Cendana antusias sekali dengan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pencarian sumber air dibawah tanah untuk memenuhi kebutuhan air  bersih.

Riyan (37 tahun) pengelola air BPSPAM mengucapkan terima kasih adanya perhatian dari mahasiswa fisika Unsoed yang telah menjawab keresahan yang dialami oleh warga Desa Cendana tentang kesulitan air bersih. 

"Kami berharap adanya survey uji geolistrik dengan metode schlumberger dapat  berjalan maksimal sampai ketemu titik air. Semoga penelitian geolistrik dapat berlanjut sampai berhasil menemukan kemungkinan tinggi di bawah tanah terdapat air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga desa, " kata Riyan.

Kepala SD N 1 Cendana Harwono,S.Pd,M.Pd. (37 tahun) mengungkapkan selain senang dengan adanya kegiatan mahasiswa fisika Unsoed, juga berharap acara ini dapat berkelanjutan kedepannya. 

"Jangan hanya hari ini saja dan semoga bisa berlanjut untuk tahun-tahun depannya, " pintanya.

Sementara Hendri menambahkan bahwa hasil survey geolistrik yang telah dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa Desa Cendana terletak pada zona dimana  batuan andesit yang memiliki sifat sangat keras dan tebal sangat dominan. Menurutnya, data yang diambil dari panjang lintasan 200 m, dapat dibaca kedalaman pada 60 - 70 m dan masih terdapat batuan andesit pada titik tersebut.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response