Macron Melunak, Keluarkan Kebijakan Baru

 

Matamatanews.com, PERANCIS—Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (11/12), mengumumkan serangkaian kebijakan ekonomi baru yang diharapkan bisa meredakan perlawanan kelompok rompi kuning yang telah menyebabkan demonstrasi penuh kekerasan di berbagai penjuru negeri.

Dalam siaran televisi langsung selama 15 menit dari Elysee Palace, Macron mengatakan, "Saya mengakui saya berbagi tanggung jawab dalam krisis ini."

Pernyataan mantan bankir investasi itu lebih lunak dibanding sikapnya selama ini menanggapi kritik terhadap kebijakannya. "Saya sadar saya telah menyinggung Anda dengan berbagai pernyataan saya," imbuhnya.

Namun, Macron menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang mayoritas dilakukan kelompok berpendapat rendah di berbagai kota kecil di Prancis terjadi akibat masalah jangka panjang yang melanda negara itu.

"Kemarahan mereka bukan tiba-tiba terjadi. Yang muncul kepermukaan adalah masalah yang telah melanda Prancis selama 40 tahun," tegas Macron.

Salah satu kebijakan yang diumumkan Macron ialah peningkatan 100 euro terhadap upah minimum per bulan mulai tahun depan. Upah minimum di Prancis dipatok sebesar 1.498 euro (sekitar Rp24,8 juta) per bulan sebelum pajak pada 2018 dan 1.185 euro (sekitar Rp19,6 juta) setelah pajak.

Sebelumnya, pemerintahan Macron mengatakan peningkatan upah minimum akan menghancurkan lapangan kerja.Namun, demonstrasi yang menyebabkan kerusuhan di Paris dan kota-kota lainnya dan menyebabkan kerugian finansial merupakan pukulan terkeras bagi pemerintahan Macron sejak dia dilatik pada Mei 2017 dengan janji merevitalisasi ekonomi.

Sejak saat itu, popularitas Macron terjun bebas dan para penentangnya menuding dia berpihak para warga kaya dan mengasingkan warga miskin, terutama yang berada di perdesaan Prancis. (s/mi)

 

sam

No comment

Leave a Response