LSM HAM Sebut 58 Wartawan Uyghur Masih Ditahan di Cina

 

Matamatanews.com, XINJIANG—Lembaga  Swadaya Masyarakat  (LSM) yang bergerak dalam perlindungan hak azasi manusia (HAM) belum lama ini menyebutkan ada sekitar 58 wartawan dari jumlah keseluruhan 111 orang yang ditahandi wilayah Xinjiang di Tiongkok.Proyek Hak Azasi Manusia LSM Uyghur (UHRP) yang merupakan bagian dari Uyghur American Association (UAA) mengungkap bahwa ke 58 wartawan yang ditahan tersebut terdiri dari editor dan penerbit dari wilayah Xinjiang (barat laut) di Tiongkok, sehingga perhitungan yang dilakukan Reporters Without Borders (RSF) jumlahnya mencapai 111 orang.

“Terlepas dari pemadaman media beijing, laporan ini menunjukkan tingkat pelanggaran kebebasan pers di wilayah Xinjiang cukup tinggi,” kata Cedric Alviani,, kepala biro RSF Asia Timur, yang meminta pemerintah Cina untuk segera melepaskan semua wartawan yang dipenjara negara tersebut.

Selama dua tahun terakhir ,penindasan sistemik otoritas Cina terhadap populasi Muslim Turki di Xinjiang terus meningkat hingga menyebabkan penahanan secara paksa terhadap 1,5 juta orang. Wartawan terkemuka Uyghur, Ilham Tohti, dan webmaster Gulmira Imin, kini keduanya ditahan  dengan hukuman penjara seumur hidup karena dianggap sebagai separatisme. Agus lalu, Megha Rajagopalan, kepala Buzzfeed Beijing diusir dari Tingkok hanya karena ia menurunkan laporan tentang kondisi terkini di Xinjiang.(bar)

sam

No comment

Leave a Response