Lomba Menikmati Kokok Merdu Ayam Pelung Sukses Digelar

 

Matamatanews.com, BANYUMAS—Seperti yang telah diberitakan lomba menikmati kokok merdu ayam pelung digelar di Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas pada Minggu (22/09/19) mulai pukul 08.00. Ketua Panitia Kongber Agus Triyanto menjelaskan bahwa dia bersama komunitasnya di wilayah BARLINGMASCAKEB Kabupaten (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga) menggalang acara Kongber ke 6 untuk memperkenalkan Ayam Pelung di wilayah tersebut. 

"Tema lomba yakni “Ayam Itu Dinikmati Merdu Suaranya, " jelas Agus yang juga Kasi Pemerintahan Desa Pancurendang Kec. Ajibarang Kab.Banyumas.

Agus (26 tahun) menambahkan Kongber Ayam Pelung atau kata lain adalah "ngumpul" penggemar dan bernilai (dilombakan) dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan ayam pelung di daerah Jawa Tengah khususnya Ajibarang Banyumas. Kategori yang dinilai atau dilombakan adalah :

1. Kategori Suara,

2. Kategori Penampilan,

3. Kategori Bobot.

Kategori Suara merupakan kategori utama dari perlombaan ayam pelung ini dinilai berdasarkan dasar suara, nada/irama yang dihasilkan, dan keserasian bunyi yang dilantunkan oleh ayam-ayam peserta. Untuk penilaian ini, panitia mendatangkan seorang Juri Nasional yang kebetulan pengamat pelung asli Banyumas. Kategori suara yang diambil adalah peringkat 1-10.

Kategori kedua adalah Penampilan, kategori ini adalah menilai dari postur, bulu, dan keserasian tubuh ayam yang disesuaikan dengan ciri-ciri khas ayam pelung. Kategori ini memperebutkan juara 1-3. Kemudian terakhir adalah kategori bobot yang mana 3 bobot ayam paling tinggi yang diambil menjadi juara 1 sampai 3.

Saat lomba sorak sorai penonton dan peserta terdengar saat diumumkannya Juara Lomba (Kongber) Kokok Merdu Ayam Pelung. Ada peserta yang tidak menyangka ayamnya masuk final dan juara dan ada juga yang tidak menyangka hasil usaha ternaknya sendiri banyak yang tampil sebagai finalis.

Kongber telah usai, juara sudah tercatat oleh ketua Panitia Agus Triyanto. Dibantu oleh juri suara Okto Fianto, dari 49 peserta kongber ayam pelung dari berbagai daerah sekitar Purwokerto yakni  Kebumen, Gombong, Purbalingga, Banjarnegara, Kroya, Majenang, dan termasuk kedatangan saudara jauh dari Pekalongan tercatat 10 ayam yang masuk final dan semuanya merupakan ayam-ayam potensial untuk berkiprah di "event" yang lebih tinggi lagi.

”Suara dipilih dari dasar suara yang memang khas ayam pelung, yaitu suara tebal dan berirama, dalam bahasa sehari-hari ya tidak "cempreng”, "ungkap Okto Fianto selaku juri Kontes ayam pelung asal Banyumas yang mendapat penugasan sebagai juri dari Dewan Penjurian dan Kontes HIPPAPN.Okto menambahkan, sebanyak 49 peserta memang sebuah prestasi yang perlu dibanggakan, pasalnya kongber di daerah masih asing dengan ayam pelung. 

"Untuk mendapatkan penggemar memang susah dan perlu usaha yang serius untuk menggaet penggemar-penggemar baru, " ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Rasmolan (37) bersama Feri temannya asal Pekalongan yang kebetulan dulunya tinggal di Kebumen, ketika ada "event" ayam pelung di BARLINGMASCAKEB  dia rela datang dari Pekalongan. 

“Selamat buat mas Agus Triyanto, acaranya sungguh luar biasa, peserta banyak karena "event" lokal, peserta hampir 50 memang suatu prestasi yang luar biasa, dan terima kasih juga jamuannya, " kata Rasmolan.

Lomba yang diujikan dalam kongber ini adalah Kategori Suara, Penampilan, dan Bobot. Kategori suara juara 1 adalah ayam milik Janu Budi dari Majenang dengan nama ayam Tole, kemudian juara 2 Samsul dari Ajibarang dengan nama ayam Sapar. Dilanjutkan Juara 3 ayam milik Khanif dari Kebumen dengan nama ayam Prabu, juara 4 ayam milik Feri Pekalongan dengan nama Esmi, juara 5 ayam milik Purna Adi dengan nama Jembrung, juara 6 ayam milik Galang dengan nama Linduaji dari Cilongok, juara 7 adalah Lembayung dari Jalu Banyumas, juara 8 ayam milik Irfan dengan nama Bediang dan terakhir juara 9 adalah Topan milik Maghda dari Ajibarang. 

Untuk Kelas Penampilan, adalah kategori "cakep-cakepan" ayam atau yang khas ayam pelung. Berikut rincianya juara pertama nama Ayam Banyu Langit pemilik Rasmolan dari Pekalongan, juara 2 nama Ayam Blonos pemilik Dudung dari Ajibarang dan juara 3 adalah Lembayung ayam milik Jalu Banyumas. Kategori terakhir adalah kategori bobot dengan juara 1 ayam milik Yono Ajibarang dengan nama Manahati (6,39 kg), juara 2 ayam milik Jalu Banyumas dengan nama Lrmbayung (6,05 kg) dan juara 3 adalah ayam dari Feri Pekalongan dengan nama ayam Esmi (5,998 kg). Dari ketiga kategori lomba yang berhak untuk menjadi juara umum adalah nama ayam Lembayung pemilik Jalu dari Banyumas.

Masyarakat sekitar tempat lomba belum pernah mengetahui acara lomba ayam pelung menjadi penasaran dan ikut nonton serta menikmati  jalanya acara. 

“Acara ini bagus dan sering-seringlah diadakan, sehingga desa kami ada acara yang menghibur dan tidak menyiksa makhluk Tuhan, karena ayam identik dengan petarung (sabung ayam). Kalau seperti ini kan enak, nyaman, masyarakat antusias juga, kegiatanya positif," ungkap Narisun Kepala Desa Pancurendang yang menyempatkan waktu untuk hadir di lomba tersebut.

Hal senada diungkapkan oleh Suharto Babinsa Desa Pancurendang dari Koramil 13 Kecamatan Ajibarang Kab. Banyumas bahwa kegiatan lomba terlihat santai, saling mengobrol, dan unik tapi memiliki suatu kebanggaan tersendiri bagi para juara. 

"Rasa bangga terlihat dari raut wajah dari sang pemilik ayam yang juara, pokoknya salut dan lanjutkan, " Ungkap Suharto setelah berkesempatan berfoto bersama dan menyerahkan piala bagi para juara.

Telah diberitakan harga ayam pelung  bervariasi. Menurut Agus di Kab. Banyumas dan sekitarnya, harga anakan ayam pelung umur 0 - 1 bulan biasa di patok harga 100 ribu rupiah per pasang, umur 2 - 3 bulan 250 sampai 300 ribu rupiah per pasang. Untuk ayam yang sudah "kokok" harga ditentukan dari kualitas kokok. Ayam yang kokoknya biasa harga antara 300 - 500 ribu rupiah per ekor akan tetapi ayam yang suaranya bagus antara 750.000 sampai 1.500.000 rupiah, dan ayam yang sudah punya sertifikat atau pernah juara harganya 1.500.000 rupiah ke atas. Bahkan ada yang sampai 17 juta rupiah untuk se ekor ayam pelung.*(hen/dari berbagai sumber)

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response