Laporan PBB Sebut Pasukan Koalisi AS Lebih Banyak Bunuh Warga Sipil Ketimbang Teroris

 

Matamatanews.com, KABUL—Bunyi  laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) cukup mengejutkan, dalam laporannya seperti di kutip ABC News menyebutkan bahwa di Afghanistan lebih banyak warga sipil yang terbunuh oleh pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) daripada oleh Taliban maupun  gerilyawan lainnya dalam paruh pertama tahun 2019.Laporan misi PBB yang dirilis pada Selasa (30/7/2019) kemarin tampaknya cukup mengejutkan banyak pihak,terutama komunitas internasional.

“Pada akhirnya kita tahu bahwa selama ini pasukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat tidak  bekerja secara profesional dan ternyata yag banyak terbunuh oleh pasukan koalisi Amerika adalah warga sipil bukan para teroris seperti diperkirakan banyak pihak selama ini,” kata pengamat dunia Islam, Imbang Djaya kepada Matamatanews.com yang dihubungi pada Rabu (31/7/2019) pagi tadi saat dimintakan tanggapannya terkait laporan misi PBB tersebut.

Menurut Imbang, selama ini banyak pihak hanya tahu bahwa  kehadiran pasukan koalisi Amerika Serikat di Afghanistan bertempur dengan  pasukan Taliban dan simpatisannya, tapi diluar dugaan laporan misi PBB menyebutkan bahwa lebih banyak warga sipil yang tewas bukan oleh Taliban maupun  kelompok teroris lainnya melainkan oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Laporan misi PBB itu tampaknya m erujuk pada warga sipil yang tewas selam operasi militer di Afghanistan dan Amerika Serikat melawan gerilyawan, seperti serangan udara dan serangan malam hari di tempat persembunyian militan, dan seperti diketahui para pemberontak Taliban sering bersembunyi di antara warga sipil.

Meski Amerika Serikat secara resmi telah mengakhiri misi tempurnya di Afghanistan pada tahun 2014 lalu tetapi masih memberikan udara luas dan dukungan lainnya kepada pasukan lokal untuk memerangi kelompok militan.

“Itu artinya pasukan koalisi Amerika masih bercokol dan mengendalikan pasukan pemerintah Afghanistan untuk memerangi kelompok militan yang ada meski dengan cara tersembunyi operasi tersebut. Tetapi yang disayangkan adalah korban yang terbunuh lebih banyak dari warga sipil,bukan teroris ,maupun Taliban.Laporan misi PBB itu sudah selayaknya ditindaklanjuti dan komunitas internasional mengambil langkah serius untuk menghentikan aksi koboi pasukan koalisi tersebut, dan wajar bila kemudian kini Amerika melakukan pendekatan serius dan berunding dengan pihak Taliban untuk gencatan senjata agar darah tidak terus tumpah di Afghanistan,” jelas Imbang.

Memang sejauh ini laporan misi PBB itu mengatakan 403 warga sipil tewas oleh pasukan Afghanistan dalam enam bulan pertama pada tahun 2019 ini, dan 314 lainnya oleh pasukan internasional, sehingga total menjadi 717. Angka itu berbanding dengan 531 yang terbunuh oleh Taliban, kelompok afiliasi ISIS dan militan lainnya selama periode yang sama.Laporan tersebutseperti dilansir CBS News  mengatakan 300 dari mereka yang terbunuh oleh militan menjadi target langsung, dan Taliban telah melakukan serangan hampir setiap hari dengan menargetkan pasukan keamanan.

Meski laporan PBB tersebut cukup rinci dan  agak menohok posisi pasukan koalisi internasional pimpinan Amerikat dan pemerintah Afghanistan, namun sejauh ini belum ada komentar maupun tanggapan dari kedua negara tersebut. (bar)

 

redaksi

No comment

Leave a Response