Kuota ASN 2021 Hanya 1,2 Juta, Awas Jadi Korban Oknum Calo Rekrutmen CPNS

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Bila tidak ada aral melintang, bulan depan pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dibuka pada bulan April 2021.Ada sekitar 1.275 juta lebih  aparatur sipil negara (ASN) yang dibutuhkan. Tapi, usulan formasi CASN dan PPPK yang masuk baru ada 741 ribu, artinya ada selisih  575 ribu.

Dari sejumlah sumber menyebutkan, bahwa sebenarnya tahun ini pemerintah membuka sekitar 3 juta formasi untuk Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) dan PPPK.Jumlah kebutuah untuk guru PPPK sendiri ada sekitar 1 juta formasi, terdiri dari 83 ribu formasi untuk pemerintah pusat dan 189 ribu formasi untuk pemerintah daerah.

Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, Rabu (24/3/2021) kemarin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pihaknya mendiskusikan minimnya usulan formasi ASN DENGAN Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Alokasi belum tercapai karena tawar-menawar masih terjadi dengan daerah, beberapa kementerian, lembaga, atau instansi,” terang Tjahjo.

Menurut Tjahjo,kekosongan terbanyak di formasi PPPK karena masih banyaknya Pemda yang belum maksimal mengajukan usulan kebutuhan guru PPPK.Kebutuhan ASN  yang tercatat kata Tjahjo merupakan usulan dari 588 instansi,dengan rincian 539 instansi telah mengusulkan dengan menyertakan  dokumen lengkap.

Sebanyak 49 instansi lainnya masih proses melengkapi dokumen.Selain itu, masih ada 32 instansi yang belum menyerahkan jumlah kebutuhannya. Ia menegaskan, usulan kebutuhan ASN dan penyeleksian dokumen ditunggu sampai akhir Maret.

Jika formasi ASN tetap tidak terpenuhi, kata Tjahjo pemerintah  akan mengalokasikan sisa kuota pada tahun berikutnya, 2022.Meski pemerintah tahun ini membuka sekitar 1,3 juta atau 1,2 juta CPNS, namun kementerian pendayagunaan Aparatur Negara (Men-PAN-RB) mengingkat untuk berhati-hati dan waspada terhadap praktik calo yang sering terjadi pada masa rekrutmen calon Aparatur Sipil Negara tersebut.

Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Teguh Widjinarko, mengingatkan jika ada oknum yang menjanjikan seseorang dapat lulus dari proses seleksi, terlebih tanpa tes, itu adalah hal bohong.

Menurut dia, penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi CPNS 2021 baik di tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) maupun Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sudah transparan dan akuntabel.

"Mulai pendaftaran secara online hingga proses seleksi berlangsung, semua dilakukan dengan sistem secara akuntabel dan transparan. Hasil seleksi bisa kita ketahui secara langsung. Peserta bahkan pengantar bisa tahu hasilnya usai tes berlangsung," jelas Teguh, Selasa (23/3/2021).

Upaya pencegahan percaloan rekrutmen CASN dilakukan Kementerian PANRB dengan melaporkan oknum calo kepada pihak kepolisian. Hukuman pemecatan secara tidak hormat juga akan diberikan terhadap PNS yang terbukti terlibat praktik percaloan.

Menurut Teguh, praktik calo dapat dihindari masyarakat dengan mengecek kebenaran berita yang beredar dari sumber terpercaya seperti website maupun media sosial Kementerian PANRB atau BKN secara berkala.

"Jika ada surat atau info yang beredar mengatasnamakan lembaga atau pejabat kami, sebaiknya masyarakat menanyakan kebenarannya kepada kami terlebih dahulu," ujarnya. (cam/jp/lpt.6/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response