KSPI Gelar Demo Nasional Tuntut Pencabutan PP78/2015 dan Tolak UU Tax

 

Matamatanews.com.JAKARTA—Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) gelar aksi nasional serempak di Istana Presiden pada Kamis (29/9/2016). Mereka menunutut pencabutan pp78/2015 dan UU Tax Amnesty.

Selaku penanggung jawab aksi, Baris Silitonga mengatakan aksi hari ini menuntut kenaikan upah sebesar Rp 650 ribu, menolak UU Tax Amnesty dan menolak tenaga kerja asing.

“ Kami meminta kenaikan upah sebesar Rp 650 ribu, menolak Tax Amnesty serta menolak tenaga kerja asing,” ujar Baris.

Presiden KSPI, Said Iqbal juga menyatakan dua fokus utama aksi unjuk rasa ribuan buruh hari ini yakni menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menolak Undang - undang pengampunan pajak. “ Menolak upah murah dan cabut UU Tax Amnesti,” ungkap Said.

Ribuan masa pengunjuk rasa memenuhi badan Jalan Medan Merdeka Barat, sehingga jalan ditutup dan pengendara dari Istana dialihkan ke jalur Tanah Abang terkecuali bus Transjakarta tetap jalan. Personel kepolisian terus berjaga di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, satu Water Canon dan satu Barracuda pun disiapkan aparat disekitar Istana.

Menurut pantauan wartawan Matamatanews.com di lokasi. setelah menyampaikan aspirasinya di depan Istana, masa dari serikat buruh akan bergerak menuju Mahkamah Agung. (Supardi/Adith)

sam

No comment

Leave a Response