Korsel Tingkatkan Kemampuan Militernya Untuk Melawan Ancaman Rudal Korut

 

Matamatanews.com, SEOUL—Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) pada hari rabu (13/1/2021) kemarin mengatakan, bahwa pemerintah Korea Selatan akan meningkatkan kemampuan militer untuk melawan ancaman rudal jarak pendek Korea Utara (Korut).Pernyataan itu diungkapkan setelah Pyongyang berjanji untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya ditengah kebuntuan negosiasi dengan pemeritiang Amerika Serikat (AS).

Dalam penutupan kongres Partai Buruh yang berlangsung selama delapan hari pada hari Selasa (12/1/2021) lalu, pemimpin Korut Kim Jong-un menyerukan untuk meningkatkan “pengakal perang nuklir” negara dan membangun “kekuatan militer paling kuat”.

Ketika diminta untuk mengomentari persiapan Korsel terhadap ancaman semacam itu, juru bicara kementerian pertahanan Boo Seung-chan mengatakan analisis sedang dilakukan tentang rencana pembangunan militer Korut yang digulirkan di kongres tersebut.

"Melalui modernisasi pasukan, militer kami memiliki kemampuan untuk melawan rudal jarak pendek Korea Utara, dan selanjutnya akan meningkatkannya," kata Boo dalam  jumpa pers rutin dengan para awak media.

Selama kongres yang diadakan untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun, pemimpin Korea Utara memerintahkan pekerjaan untuk membuat "senjata nuklir kecil, ringan dan taktis dan terus maju dengan produksi hulu ledak nuklir super besar."

Dia juga membanggakan kapal selam bertenaga nuklir baru yang sedang dikembangkan dan menyerukan peningkatan kemampuan serangan misilnya yang menargetkan objek dalam jarak 15.000 kilometer, yang tampaknya dimaksudkan untuk mampu mencapai daratan AS.

Pemimpin Korea Utara itu mengadakan tiga pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, tetapi pembicaraan denuklirisasi hanya membuat sedikit kemajuan sejak KTT tanpa kesepakatan mereka di Hanoi pada Februari 2019.

Korea Utara diharapkan untuk mengadakan parade militer setelah kongres, tetapi media pemerintahnya belum. belum disebutkan apakah itu telah diadakan.

Pada hari Rabu, saudara perempuan Kim yang kuat, Kim Yo-jong, mengecam militer Korea Selatan karena melacak tanda-tanda parade, menyebutnya sebagai "idiot" yang menduduki peringkat teratas "daftar dunia dalam perilaku yang salah"

Kepala Staf Gabungan Seoul tidak berkomentar tentang yang lebih muda. Pernyataan Kim dan mengatakan mereka tidak memiliki informasi lebih lanjut untuk diberikan terkait parade militer. (cam / the korea herald/Yonhap)/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response