Korban Bencana Alam Sierra Leone Lebih Dari 400 Jiwa

 

Matamatanews.com, JENEWA – Bencana dasyat melanda Freetown, Sierra Leone pada Senin lalu (14/08/2017). Ketika hujan mengguyur kota itu dengan deras, membuat lereng bukit menjadi longsor dan menerjang rumah-rumah penduduk serta mengakibatkan kerusakan kota yang parah.

Tak hanya itu, bencana itu pun merengut banyak korban jiwa, sekitar 400 orang tewas dan 600 orang lainnya menghilang.

Jum’at (18/08/2017), Sekretaris Jenderal Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Elhadj As Sy mengatakan, “Hari ini kami telah menghitung lebih dari 400 orang tewas,” ujarnya.

Terkait dengan bencana itu, warga negara dan para ahli bertanya-tanya mengapa pemerintah setempat pasif dalam mengatasi konstruksi ilegal serta penebangan hutan ilegal di pinggiran Freetown.

Kamis (17/08/2017), dalam upacara pemakaman di kota terdekat, Waterloo, sudah lebih dari 300 korban dimakamkan. Sepertiga dari jumlah korban itu kebanyakan adalah anak-anak. Sy juga menerangkan bahwa, Pemerintah Sierra Leone mengalami krisis, jauh diatas kapasitas negara tersebut. sy juga meminta kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan dan bantuannya.

Dikutip dari kantor berita AFP, Sy mengungkapkan bahwa korban yang selamat masih harus tidur diluar, dikarenakan kondisi tempat penampungan tidak cukup untuk menampung semua korban bencana.

Sementara itu, pihak kerajaan Inggris mengumumkan dana sebesar $ 6,45 juta, untuk pendanaan beberapa badan amal yang bekerja di lokasi bencana. Serta ditargetkan juga pengadaan tempat tidur, pakaian anak-anak, air bersih, sanitasi dan juga persediaan obat-obatan.

Selain Inggris, pihak Cina juga menjanjikan bantuan sebesar $1 juta. Togo pun akan memberikan dana sebesar $500.000. israel dan beberapa negara Afrika Barat juga telah menyumbangkan makanan dan uang tunai. [Did/ Kmp/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response