Kontrak Politik Ahok Dengan PPP Kubu Djan

 

Matamatanews.com, JAKARTA – Juru bicara tim pemenangan Ahok – Djarot, Bestari Barus menilai dukungan kubu Djan Faridz akan mampu memjembatani hubungan antara Ahok dengan pemilih muslim. Senin lalu calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok – Djarot menjalin kontrak politik dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz. Kontrak tersebut dilakukan setelah terjadi peristiwa dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok saat berada di Kepulauan Seribu pada akhir bulan lalu.

Menurut Bestari, Djan sosok yang cukup dikenal oleh pemilih muslim pasalnya ia sering menggelar pengajian yang diikuti ribuan anggota jemaah, baik dari Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah. Dukungan bersyarat tersebut meminta Ahok untuk mengeluarkan kebijakan pro-islam jika terpilih nantinya. Adapun isi kontrak tersebut meliputi keberpihakan politik anggaran untuk pembangunan masjid raya dan memaksimalkan fungsi Islamic Centre. Kemudian meningkatkan anggaran kesejahteraan bagi imam, muazin, ustad, ustadzah dan operasional untuk pondok pesantren.

Menurut Djan, dukungan yang diberikan karena kinerja Ahok yang sudah baik bagi kalangan muslim. Selain itu, Djan berkeinginan untuk mempererat hubungan Ahok dengan pemilih muslim di Jakarta, sebab diantara tiga pasangan calon hanya pasangan Ahok-Djarot yang tidak mendapatkan dukungan dari partai yang berasaskan islam.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PPP kubu Romahurmuziy Arsul Sani mengatakan dukungan Djan tidak mewakili keputusan partai dan merupakan sikap pribadi. hal tersebut karena kepengurusan Djan sudah dianulir oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia setelah memberikan legalitas untuk kepengurusan Romahurmuziy. (Atep/berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response