Konferensi Internasional Mangrove Berakhir, Rumuskan Sebuah Rekomendasi

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO—Agenda International Conference Mangrove and its Related Ecosystem, yang digelar 20 – 23 Agustus 2019 resmi berakhir. Acara tersebut merumuskan sebuah rekomendasi yang harus ditindak lanjuti oleh berbagai pihak terkait termasuk Kemenko Bidang Kemaritiman.Indonesia memiliki mangrove terluas dan terkaya di dunia. Namun, sekitar 52% (1,8 juta Ha) mengalami gangguan. Untuk antisipasi dari semakin meluasnya gangguan tersebut dan mempercepat pemulihannya, perlu dilakukan upaya-upaya:

1. Penyediaan baseline data yang lebih akurat dan accessible

2. Perbaikan dalam mekanisme pelaksanaan pemulihan berbasis ilmiah

3. Peningkatan peran dan komitmen stakeholder, termasuk dalam alokasi aggaran, dengan sumber pendanaan yang berasal dari APBN dan APBD melalui RPJMN dan RPJMD atau sumber lain.

4. Peningkatan koordinasi dan sinergitas antar-kementerian dan lembaga terkait

5. Pemanfaatan sumber daya dan jasa ekosistem mangrove yang lestari dan lebih kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

6. Adanya keterkaitan ekosistem mangrovedengan ekosistem lainnya.

7. Adanya dukungan edukasi untuk meningkatkan public awareness.

Agar kegiatan pemulihan dapat terlaksana lebih baik, maka telah dibentuk Indonesian Mangrove Society atau Masyarakat Mangrove Indonesia.Sebagai rujukan dan bentuk apresiasi dunia terhadap kekayaan ekosistem mangrove Indonesia, maka perlu segera diwujudkan Indonesia sebagai World Mangrove Center.*(hen/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response