Komnas Anak Banjarnegara Apresiasi Penangkapan Tersangka RA, Ibu Kandung Bayi Yang Dibuang

 

Matamatanews.com, BANJARNEGARA - Komnas Anak Banjarnegara mengapresiasi kinerja Kepolisian Resort Banjarnegara, Jawa Tengah yang telah berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sekitar Sungai Serayu beberapa waktu lalu yang sempat menggegerkan warga sekitar.

Ketua Komnas Anak Banjarnegara Harmono,SH,MM,CLA mengungkapkan, pihaknya bersyukur bahwa Polisi sudah berhasil mengungkap pembuang bayi yang terjadi pada akhir 2020 lalu. Beberapa waktu yang lalu santer diberitakan bahwa warga telah menemukan bayi dalam keadaan tidak bernyawa di sekitar Sungai Serayu, Waduk Jenderal Soedirman, Desa Tapen, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. 

"Semoga ditempat lain seperti kejadian Penemuan mayat bayi di Kauman Karangkobar juga segera terungkap," kata Harmono,  SH, MM,  CLA di sekretariat Jln Bambang Sugeng 32 Banjarnegara, Sabtu (06/03/2021).

Dia mengungkapkan pembuang bayi adalah seorang wanita berinisial RA berusia 23 tahun yang merupakan ibu kandung dari bayi tersebut. Sebagai ketua Komnas Anak Banjarnegara Harmono menyebutkan perbuatan RA sangat biadab.

Harmono menceritakan kasus bermula pada akhir 2020 silam ketika ada laporan dari masyarakat yang menyatakan bahwa mereka telah menemukan mayat bayi dalam tas berwarna putih.

"Mayat bayi pertama kali ditemukan oleh ND (38) ketika sedang menjala ikan.  Awalnya dia melihat sebuah tas warna putih mengapung di pinggir aliran sungai. Setelah didekati ternyata ND melihat bayi ada di dalam tas itu. Kemudian ia bergegas pulang ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa IS (41) dan BR (50), dan melaporkannya ke Polsek Wanadadi," tuturnya.

Mendengar kejadian tersebut Polisi langsung melakukan penyelidikan. Pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara ada seorang wanita yang hamil dan melahirkan, namun keberadaan bayinya tidak diketahui.

"Mendengar informasi tersebut pada tanggal 18 Januari 2021 anggota Satreskrim Polres Banjarnegara beserta anggota Polsek Wanadadi bekerjasama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut," tambahnya.

Sesampainya di lokasi lanjut Harmono, petugas mendapati seorang wanita berinisial RA (23) dan membawanya ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dengan kasus itu RA dapat dihukum sesuai Pasal 342 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 81 UU no 35/th 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukumanya 15 tahun penjara," pungkas Harmono yang berprofesi sebagai pengacara ini.(One/Jof/awi)

 

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response