Klub Sepakbola Raksasa FC Barcelona Ternyata Sebuah "Koperasi"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Mungkin anda adalah penggemar klub sepak bola Barcelona, Barca. Ini adalah klub sepak bola terkaya di dunia dengan pendapatan 7,5 trilyun per tahun. Mereka sukses di lapangan dengan memenangkan 26 La Liga, 30 Copa del Rey, 13 Super Copa del Espana, 3 Copa Eva Duarte, dan 2 piala Copa de La Liga, serta menjadi pemegang rekor untuk empat kompetisi terakhir. Mereka juga memenangkan 5 Liga Champions, rekor 4 Piala Winners UEFA, 5 Piala Super UEFA, dan tiga rekor Piala Dunia Antarklub FIFA. Mereka juga memenangkan rekor 3 Piala Inter-Cities Fairs, dianggap pendahulu Piala UEFA/ Liga Eropa.

Sementara Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed angkatan 1995 Suroto,SE. menjelaskan bahwa FC Barcelona mempunyai slogan Més que un club (lebih dari sekedar klub). Benar saja,  memang bukan hanya sekedar klub. Sebab klub Barcelona bukan dimiliki oleh segelintir investor, tapi dimiliki oleh masyarakat luas. Barça memiliki penggemar hingga 160 juta orang di seluruh dunia, didirikan tahun 1899 di Barcelona.

Pendiri dan Manajer Swalayan Boersa Kampus ini menjelaskan bahwa ada 180 ribu orang pemilik klub ini. 

"Mereka adalah anggota koperasi yang tak hanya memiliki cabang sepak bola, tapi juga 13 cabang olah raga lainya seperti basket, hoki dan lain-lain. Ini adalah sebuah perusahaan olah raga terbesar dunia," kata Suroto. 

Suroto mengatakan, dari 180 ribu pemilik semua memiliki hak suara sama dalam menentukan arah kebijakan Klub. Mereka juga menaruh filosofi "bermain jujur atau fair" di lapangan hijau kepada anak anak. 

"Masih ingatkah ketika Presiden Klub Jose Maria Bartomeu mundur belum lama ini atas desakan mosi tidak percaya  fansnya?. Itu karena koperasi. Dalam statuta mereka tegas bahwa seorang Presiden Klub bisa diganti apabila tidak disetujui oleh 20 persen anggota Klubnya. Jadi Bartomeu mengundurkan diri sebelum dipastikan akan dipecat dalam rapat dewan pengurus koperasi. Inilah demokrasi koperasi," terangnya.

Klub ini lanjut Suroto, sebagaimana halnya koperasi sukses di dunia menerapkan prinsip-prinsip kerja koperasi. Seperti keanggotaan terbuka dan sukarela misalnya. Siapa pun dapat menjadi anggota, baik itu tua, muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak dan bayi sekalipun. Biaya keanggotaan dewasa sebesar US $ 165 atau 2.5 juta rupiah. 

"Setiap anggota dapat menjadi direksi atau pengurus, termasuk Presiden Dewan Direksinya. Mereka memiliki hak penuh untuk memilih dan dipilih dalam sebuah Rapat Anggota. Pengawasan secara partisipatorik anggota juga dijamin. Setiap anggota diberikan hak secara aktif mengawasi manajemen dan keuangan klub. Seperti masalah harga tiket, biaya keanggotaan, hingga penjualan, dan pemasaran barang / souvenir," kata CEO Inkur ini menjelaskan.

Dikatakan Suroto bahwa klub ini jarang mengundang sponsor untuk menjaga independensi dan sebagai bentuk tanggungjawab untuk membawa misi transformasi sosial melawan korporasi kapitalis. Mereka juga menyumbang secara rutin dari hasil pendapatanya sebesar 0.7 persen dari pendapatan klub untuk anak-anak seluruh dunia melalui Yayasan Klub Barcelona kerjasama dengan UNICEF. Mereka secara rutin menyumbangkan 1,5 juta euro kepada organisasi tersebut setiap tahun dan menampilkan logo UNICEF pada kaus bergaris-garis biru marun dan ikonik tim.

"Kapan kita bisa bergotong royong membangun koperasi klub olah raga kita?. Masih adakah gotong royong itu dalam diri kita, atau kita sebetulnya hanya menyukai slogan dan jargon semata?" kata Suroto mengakhiri. (Hen)

redaksi

No comment

Leave a Response