Kiat Mendirikan Koperasi Menurut Penuturan Suroto, Direktur Induk Koperasi Usaha Rakyat

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Saat ini banyak koperasi tumbuh subur di berbagai kota di Indonesia. Siapapun dapat mendirikan sebuah koperasi, baik perseorangan maupun yang memiliki badan hukum. 

"Modal usaha koperasi didapat dari seluruh anggota sehingga jalannya usaha ini ditentukan oleh aspirasi serta kebutuhan bersama, "ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein, M.Hum. 

Bagaimana kiatnya untuk memulai usaha sebuah Koperasi? Menurut pendiri Kopkun Purwokerto Suroto,SE yang juga alumni Fak. Ekonomi dan Bisnis Unsoed ini, awali dengan membuat simpanan rutin di komunitas anda. Setiap simpanan yang terkumpul menurutnya dijadikan sebagai dasar untuk memberi pinjaman bilamana orang yang menyimpan itu butuh dana.

"Jadikanlah prinsip menyimpan dulu baru meminjam, dan pinjamkan uang itu untuk pertama kali besarnya sama dengan jumlah tabungan. Bunganya 1 persen saja dan 0.5 persen sebagai tambahan tabungan setiap kali mengangsur, " tuturnya. 

"Berikanlah upah sedikit sebagai penghargaan kepada orang yang mengurusi tabungan dan pinjaman. Jumlahnya 10 persen saja dari surplus setiap tahunnya dan untuk cadangan tambahan modal kolektif sebesar 20 persen, " lanjut Suroto.

Setelah tabungan berkembang menurutnya, motivasilah anggota komunitas dengan kewirausahaan agar mereka dapat menggunakan pinjaman untuk hal produktif. Kalau tabungan anggota mencukupi dengan nominal lumayan besar,  ajaklah mereka untuk investasi mendirikan toko milik bersama. Bagilah keuntungan dari toko itu tersebut dengan konsep siapa belanja lebih banyak mendapat keuntungan lebih banyak. Tapi dasarnya adalah belanja ethis bukan konsumeris.

Setelah toko itu berkembang lanjut Suroto, didik dan ajaklah anggota untuk menyisihkan 0.5 persen dari setiap uang belanja mereka untuk membeli bahan kebutuhan dari para petani, nelayan, petambak seperti sayuran, umbi umbian, kacang, beras, ikan, daging, garam, dan lain-lain.

"Belilah dengan harga yang menguntungkan mereka. Toh sebagai konsumen akan tetap mendapatkan harga murah dibanding bilamana mereka harus terpotong keuntungannya oleh tengkulak kecil, tengkulak besar, dan pabrik yang membutuhkan bahan baku, " tambahnya.

Lambat laun lanjut Suroto, ajaklah mereka petani, nelayan, peternak dan petambak kecil untuk mendirikan toko sehingga mereka dapat memasarkan barangnya secara langsung ke konsumen. 

Sembari berjalan lakukan hal yang sama kepada mereka yang bergerak dibidang industri rumah tangga. Kalau mereka sudah kecukupan modal, ajaklah mereka dirikan sebuah pabrik untuk memproduksi barang kebutuhan seperti sandang, pangan, dan energi yang selama ini dihasilkan oleh pabrik milik para pemodal kapitalis. 

Teruslah bangun ketekunan seperti itu. Kembangkan sayap usaha ke usaha asuransi mutual,  dirikan rumah sakit milik bersama, kembangkan pendirian dan pengelolaan perumahan milik bersama,  bangun industri alat berat untuk menyokong usaha rakyat. 

Kemudian ciptakan usaha koperasi ke bidang yang lebih luas lagi seperti penyediaan listrik, energi, distribusi kebutuhan pokok, kelola layanan publik, hutan rakyat, kelola tambang bersama, operasikan kapal besar untuk menangkap ikan dan pesiar dan selenggarkan kegiatan ekspor.

Dirikanlah sekolah dan universitas milik bersama ataupun lembaga penelitian yang didukung pembiayaannya dari koperasi. Didik anak-anak tentang pentingnya arti kerjasama, solidaritas dan keadilan sebagai fondasi untuk kembangkan ilmu pengetahuan yang akhirnya penting bagi pertumbuhan dan peradaban masyarakat.

Lanjut Suroto yang juga Ketua Koperasi Kosakti, semua itu dimulai dari hal sederhana. Dimulai dari menabung dengan nominal kecil di komunitas sosial. Keberhasilanya sangat ditentukan oleh ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk mecapai masa depan yang lebih baik. 

Direktur Induk Koperasi Usaha Rakyat -INKUR ini yakin kalau kita melakukannya dari sekarang maka kelak masa depan generasi kita akan hidup berkecukupan dan hidup dengan kualitas yang lebih baik. 

"Bukan tidak mungkin, kerjasama yang kuat dari semua anggota koperasi akan dapat dikendalikan oleh berbagai kepentingan, kebijaksanaan, dari penyelenggaraan negara ini. Saya yakin, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin besar dari hasil didikan koperasi," pungkas Suroto. (hen/berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response