Khawatir Kondisi Keuangan Bisa Perburuk Kesejahteraan Hidup

 

Matamatanews.com, JAKARTA –Dalam ilmu ekonomi uang disimpulkan sebagai suatu benda yang dapat diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa serta bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.

Namun, disisi lain uang dapat menimbulkan gangguan kondisi kesehatan. Menurut hasil penelitian lembaga amal kesehatan dan kesejahteraan YMCA Pusat menyatakan bahwa nilai kesejahteraan seseorang tergantung kepercayaan diri secara finansial.

Bagi mereka yang bahagia dengan kondisi finansialnya akan meningkatkan kesejahteraannya hingga 19 persen, sementara mereka yang merasa khawatir dengan kondisi keuangan malah memperburuk tingkat kesejahteraan 33 persen.

Dari hasil penelitian yang dilansir dalam laman Healthizmo, para peneliti mengajukan 14 pertanyaan terkait kondisi kesejahteraan dan ragam gaya hidup terhadap seribu orang dewasa di Inggris yang menyatakan kesenjangan finansial di negara itu semakin lebar. Hal ini merujuk hasil penlitian Oxfarm pada 2016 dan penelitian pada 2015 yang dilakukan oleh London School of Economics.

Rosi Prescott, chief executive YMCA Pusat meyebutkan tingkat kesejahteraan masyarakat masa kini dipengaruhi faktor-faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik, hubungan personal, keuangan, stimulasi mental dan pengalaman pendidikan. Ia juga menambahkan selain faktor gaya hidup kesenjangan finansial di masyarakat saat ini juga telah banyak mempengaruhi kualitas hidup.

Hasil survey menyatakan para responden mengaku paling senang meninggkatkan kesehatan jiwa melalui liburan, berkumpul bersama keluarga dan bersosialisai bersama teman-teman.

Mengutip peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan krisis keuangan dapat meningkatkan gangguan kesehatan mental seperti depresi bahkan sampai bunuh diri. (Adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response