Ketua FKWKI Berharap Plt Bupati Bekasi Segera Selesaikan Pekerjaan Rumah Yang Tertunda

 

Matamatanews.com, BREKASI---Meski Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melantik H.Akhmad Marzuki sebagai Wakil Bupati Bekasi dengan sisa masa jabatan 2017-2022 sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, bukan berarti Pemerintahan Kabupaten Bekasi  terbebas dari beragam persoalan bahkan sebaliknya masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk.

Transisi kepemimpinan yang terjadi di Kabupaten Bekasi saat ini, seperti disampaikan Ketua Forum Komunikasi Warga Kawasan Industri (FKWKI) Ir.H.Nur Rohman masih menyisakan beberapa sandungan yang penyelesaiannya butuh penanganan serius, bijak, dan terukur sesuai kebutuhan.

Ia menyebut pelayanan prima, optimal dan terintegrasi diharapkan mampu memulihkan dan mengembalikan marwah Pemerintahah Kabupaten Bekasi  sesuai motto yang disandangnya, yaitu “Swatantra Wibawa Mukti” atau daerah yang mengurus rumah tangga sendiri, berpengaruh dan jaya makmur,” sehingga pemerintahan yang sehat dan kuat serta bermartabat akan terbangun dengan sendirinya.

Menurut Nur Rohman, Plt Bupati Bekasi selain harus paham setiap persoalan yang terjadi, ia pun harus dapat mendeteksi aspirasi dan kebutuhan masyarakat sehingga ketika terjadi gejolak dilapangan akan mudah ditangani.

“ Ada beberapa aspek yang saat ini butuh perhatian dan penangan serius, yaitu masalah ketenagakerjaan, infrastruktur, urbanisasi penduduk, lingkungan hidup, masalah kesejahteraan rakyat dan beberapa kekosongan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di sejumlah dinas pemerintah Kabupaten Bekasi.Penyerapan tenaga kerja lokal juga masih dipandang minim, karena secara angka penyerapannya berbanding lurus dengan Kabupaten Bekasi yang menjadi wilayah kawasan industri terbesar di ASEAN,” kata Nur Rohman kepada Matamatanews.com, di kawasan Bekasi, Rabu (15/12/2021) lalu.

Melonjaknya angka urbanisasi penduduk dari setiap daerah yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi kata Nur Rohman menjadi salah satu indikator  terjadinya berbagai macam kesenjangan sosial di wilayah Kabupaten Bekasi, baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dampak lingkungan.

Nur Rohman menyayangkan meski sejauh ini dampak polusi yang ditimbulkan dari kawasan industri terhadap masyarakat sekitar cukup memprihatinkan, namun kompensasi yang diberikan terhadap masyarakat sekitar belum sesuai dengan yang diharapkan.

Infrastruktur jalan baik akses  jalan nasional, industri, jalan provinsi maupun  berbagai jalan lingkungan menurut Nur Roham belum sepenuhnya mampu mengurangi kemacetan  secara optimal setiap harinya, dan hal itu akan menimbulkan kerugian.

“ Hal itu bisa tertanggulangi dan sangat bisa diatasi bila kepemimpinan Plt Bupati Bekasi dapat bersinergi secara majemuk dengan cara musyawarah mufakat dengan berbagai elemen masyarakat yang ada maupun dengan poros forum komunikasi pemimpin daerah.Kami berharap pak Marzuki dapat turun langsung ke masyarakat  agar bisa memastikan dan mendapat informasikan  yang akurat tentang Kabupaten Bekasi terkini, maupun di masa mendatang,” pungkasnya. (Bayu/cam

 

redaksi

No comment

Leave a Response