Ketika Empati sirna,BOOS Galang Dana Untuk Balita Tanpa Anus,

 

Matamatanews.com,SAMPIT—- Derasnya pemberitaan online dan sejumlah media sosial atas penderitaan balita Rizky (2,6 tahun) yang terlahir tanpa anus, membuat sejumlah komunitas tergerak melakukan aksi sosial penggalangan dana turun ke jalan. Penggalangan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat kota Sampit atas penderitaan balita Rizky. Mereka mengetuk hati masyarakat Sampit untuk menyisihkan sedikit rejekinya secara sukarela, maupun  melaui rekening online.

Aksi bertajuk “Berbagi Rejeki Untuk Rizky” ini dipusatkan di gedung KNPI Sampit,pada Sabtu (10/9/2016) lalu dimotori oleh Komunitas BOOS (Beramian Online Orang Sampit) dan sekitarnya,terdiri dari karyawan swasta dan pemerintah Sampit,Kalimantan Tengah. Meski dipusatkan di gedung KNPI, aksi berbagi rejeki untuk Rizky, juga digelar diberbagai pusat keramaian seperti jalan protokol kota Sampit. Tampak animo masyarakat,seperti pengguna roda dua maupun empat menyumbang secara sukarela,menyambut positif aksi tersebut.

 “Kegiatan ini sangat mulia dan bagus sehingga bisa menjadi contoh bagi yang lain, kepedulian masyarakat Sampit atas penderitaan sangat tinggi dan  kreatif , tanpa harus menunggu uluran dana dari pemerintah daerah “ ujar Yulianus ,pengemudi travel yang terlihat berhenti dan menyisihkan sebagian rejekinya untuk Rizky. Aksi berbagai rejeki untuk Rizky ini  berhasil mengumpulkan sekitar Rp 20 juta.

“Aksi solidaritas masyarakat untuk meringankan beban sesama anak bangsa ini, seyogyanya menjadi pembelajaran bagi pemerintah lokal,agar lebih peka dalam menyikapi persoalan masyarakat sekitarnya. Orang-orang tidak mampu dan pengemis saja harus menjadi perhatian serius pemerintah, bukan sebaliknya dibebankahn kepada masyarakat. Dan solidaritas ini,merupakan bentuk positif kepekaan dan rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan disekitarnya,dan ini seharusnya menjadi tamparan bagi pemerintah daerah untuk lebih peduli dan mengasah kepekaannya lebih tajam terhadap aspirasi warganya,bukan sebaliknya,” papar Darmin Sutejdja,praktisi hukum dan pemerhati masalah sosial dari Fajar Foundation kepada Samar dari Matamatanews.(Parlin.S/Yudi F/Samar)

 

sam

No comment

Leave a Response