Kesehatan Mental Presiden AS Dipertanyakan

 

Matamatanews.com, WASHINGTON – Dengan masa jabatan yang masih seumur jagung sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sudah berkali-kali membuat kebijakan penuh kontroversial. Keadaan itu membuat beberapa orang mempertanyakan kesehatan mental Presiden AS itu. Rabu (1/2/2017) Dikutip metro.co.uk, Hillary Clinton pernah mengatakan tentang kesehatan mental Trump, dirinya menyebut ‘sikap tempramentalnya’ tidak cocok untuk menjadi presiden.

Perkataan Hillary ini ternyata menarik perhatian para psikolog. Seorang psikolog, John D Gartner mengatakan sang pemimpin memiliki penyakit ‘narsisme berlebihan’, atas diagnosa itu Gartner beranggapan bahwa Trump memiliki penyakit mental yang berbahaya, "Donald Trump memiliki penyakit mental berbahaya dan tempramentyalnya tak cocok sebagai presiden," katanya kepada US News.

Narsisme berlebihan didefinisikan sebagai kepribadian antisosial, agresif, sadis dan narsis. Penyakit ini menurutnya tidak bisa disembuhkan.

Sebelum lelaki berusia 70 tahun itu menempati White House, tiga psikiater pernah menulis surat kepada Obama dan memperingatkan Obama atas penyakit itu. Sementara itu, seorang profesor dari Havard Medical School and University of California mendesak Obama untuk memerintahkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan evaluasi neuropsychiatric terhadap Trump. Setelah pemilihan, para psikolog itu mendirikan 'Terapi Rakyat Atasi Trumpism'. [Did/Md/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response