Kemenlu Palestina Serukan PBB Beri Perlindungan Kepada Warga Sipil dari Serangan Israel

 

Matamatanews.com, RAMALLAH—Tampaknya pasukan Israel semakin biadab saja memperlakukan para penduduk sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki  hingga mereka tidak lagi mengindahkan aturan internasional. Terkait  tindakan tentara Yahudi yang kian brutal terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat, Kementerian Luar Negeri Palestina yang mengurusi Ekspatriat, Kamis  (30/1/2021) kemarin mengeluarkan pernyataan yang isinya meminta  Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) turun tangan memberikan perlindungan kepada warga sipil tersebut.

"Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan harus memikul tanggung jawab mereka yang ditentukan oleh hukum internasional dan memberikan perlindungan internasional kepada rakyat kami dan hak-hak nasional mereka yang adil dan sah," kata Kementerian dalam sebuah pernyataan, seraya mengutuk serangan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil Palestina bersama para pemukim Yahudi di Tepi Barat.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa para pemukim telah meningkatkan seranganm dan tindakan teror terhadap para warga sipil Palestina, baik terhadap para pemilik tanah maupun  properti mereka yang ada di Tepi Barat yang diduduki termasuk di Yerusalem.

"Peningkatan serangan pemukim sekarang mendominasi pemandangan di tanah di wilayah Palestina yang diduduki, dan dimanifestasikan dalam berbagai bentuk pembunuhan, perusakan properti, perampasan tanah, mengejar petani, mencabut pohon, dan membunuh ternak, di antara berbagai bentuk. eskalasi kriminal dengan dukungan tentara pendudukan, "kata Kementerian Luar Negeri,seperti dilansir kantor berita Palestina WAFA.

Serangan terakhir, katanya, adalah terhadap situs arkeologi Khan al-Lubban al-Sharqiya, di selatan kota Nablus, Tepi Barat utara, yang mengindikasikan niat untuk mengambil alih untuk melayani rencana perluasan pemukiman Israel, sementara pemukim juga menargetkan. berbagai situs sejarah dan arkeologi Palestina dalam upaya untuk merebutnya.

Kementerian memperingatkan agar tidak memperlakukan serangan pemukim sebagai insiden normal dan umum yang berulang setiap hari tanpa mempertimbangkan konsekuensi berbahaya mereka pada hak-hak Palestina, dan dampak bencana mereka pada kesempatan mendirikan negara Palestina yang layak, bersebelahan, dan berdaulat dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya. (cam/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response