Kecaman Palestina Untuk Trump yang Dukung Israel

 

Matamatanews.com, RAMALLAH, -- Senin (26/9/2016) Donald Trump membuat para pemimpin Palestina geram dan mengecam dirinya, hal ini dikarenakan calon presiden AS itu dianggap merusak harapan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina.

Kecaman ini muncul setelah Trump mengatakan jika dia terpilih menjadi presiden AS maka dia akan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebelumnya, pada Minggu (25/9/2016), saat bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyahu, Trump menegaskan dia akan mengakui klaim Israel atas Jerusalem.

Sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat mengatakan "Pernyataan Trump ini menunjukkan rasa tak hormatnya kepada hukum internasional dan kebijakan luar negeri AS terkait status Jerusalem", "Pernyataan tentang Israel itu menunjukkan sebuah pengabaian total solusi dua negara, hukum internasional dan resolusi PBB," tambah Erekat.

Sementara itu, Kemenlu Palestina mengkritik Trump dan rivalnya, Hillary karena dianggap mendukung Israel dalam konflik dengan Palestina. "Negara Palestina tidak akan berperan sebagai sarana tawar menawar demi mendapatkan suara negara Yahudi di PBB," demikian Kemenlu Palestina.

Israel merebut sisi timur Jerusalem dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan menganeksasinya tahun 1980 sebelum mengumumkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini menyulitkan pembicaraan damai kedua negara karena Palestina bersikukuh Jerusalem akan menjadi ibu kota negeri itu di masa depan. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response