Kata Wartawan Jerman “Kami Berbohong Untuk CIA”

 

Matamatanews.com,JERMAN—Dengan peperangan propaganda yang semakin meningkat, kami membayangkan sebuah pengingat betapa naifnya kebanyakan orang Barat ketika berbicara mengenai asupan berita mereka. Seperti yang dicatat oleh Arjun Walia dari GlobalResearch.ca, Dr. Ulfakatte mengatakan secara publik yang disiarkan di TV bahwa ia dipaksa untuk mempublikasikan karya-karya agen-agen intelijen di bawah namanya sendiri, juga menambahkan bahwa ketidakpatuhan terhadap perintah tersebut dapat menyebabkan ia kehilangan pekerjaannya.

Ia baru-baru ini tampil dalam RT News untuk berbagi fakta-fakta ini:

Saya melakukan pekerjaan jurnalisme selama sekitar 25 tahun, dan saya dididik untuk berbohong, mengkhianati dan tidak mengatakan kebenaran kepada publik.

Namun melihat sekarang dalam beberapa bulan terakhir bahwa media Jerman dan AS mencoba untuk membawa peperangan bagi orang-orang di Eropa dan ke Rusia – ini adalah sebuah titik yang tidak dapat dikembalikan dan saya akan berdiri dan mengatakan apa yang telah saya lakukan di masa lampau tidaklah benar, memanipulasi masyarakat, membuat propaganda melawan Rusia dan tidak benar apa yang telah dilakuakn oleh rekan-rekan saya di masa lampau karena mereka telah disuap untuk mengkhianati rakyat, tidak hanya di Jerman tetapi di seluruh Eropa.

Sangat penting untuk diingat bahwa Dr. Ulfakatte bukanlah satu-satunya yang membuat pernyataan ini; beberapa wartawan juga telah melakukan hal yang sama dan kebenaran seperti inilah yang dibutuhkan oleh dunia.

Salah satu (dari banyak) contoh dari seorang reporter yang melapor adalah wartawan investigasi dan mantan reporter CBC News, Sharyl Attkinsson.

Ia menyampaikan sebuah perbincangan yang memukul dengan keras pada acara TEDx, menunjukkan kepalsuan dari gerakan-gerakan yang didanai oleh pihak politik, perusahaan atau kepentingan lainnya yang sangat efektif memanipulasi dan memutarbalikkan pesan-pesan di media.

Contoh lainnya adalah Amber Lyon, tiga kali pemenang penghargaan jurnalis di CC, yang mengatakan bahwa mereka dibayar secara rutin oleh pemerintah AS dan pemerintah asing untuk memberikan laporan yang selektif, bahkan memutarbalikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa tertentu. Ia juga telah menunjukkan bahwa pemerintah memeiliki kendali editorial atas konten informasi yang disediakan bagi publik.

Sejak Operasi Mockingbird, sebuah inisiatif yang didasari oleh CIA untuk mengendalikan mainstream, semakin banyak orang-orang mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa apa yang kita lihat di media-media mainstream tidak lain adalah sebuah bentuk cuci otak.

Hal ini juga terbukti dengan kebohongan terang-terangan yang terus membanjiri layar TV, terutama  ketika membahas topik-topik seperti kesehatan, makanan, peperangan (“terorisme”), kemiskinan dan banyak lagi.

Pada kenyataannya, media-media mainstream belum berhenti memutarbalikkan informasi dan berbohong. Kebohongan-kebohongan ini menjadi lebih parah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga sangat mendorong pihak publik untuk melihat kebohongan-kebohongan ini, bahkan tanpa kesaksian dari para pelapor seperti Dr. Ulfakatte.

Salah satu contoh yang bagus adalah War on Terror” / “Perang Melawan Teror”, atau terorisme palsu. Bahkan ada dokumen-dokumen WikiLeaks yang memberikan sebuah fakta bahwa pemerintah AS berencana untuk “membalas dan menyebabkan kesengsaraan” bagi negara-negara yang menolak produk-produk transgenik.

Dukungan media mainstream atas produk-produk transgenik berlanjut tanpa henti, meskipun adanya fakta bahwa sejumlah negara sekarang telah melarang produk-produk ini.

Daftar kebohongan-kebohongan terus bertambah. Saatnya Anda mematikan TV Anda dan melakukan penelitian Anda sendiri jika ingin mengetahui apa yang telah terjadi di planet kita. Sudah waktunya kita membuka mata. (Tyler Durden/ZE Journal/Icam/berbagai sumber)

 

sam

No comment

Leave a Response