KASAD Tinjau Dan Apresiasi Padi Anti Stunting Inpago Unsoed

 

Matamatanews.com, BANYUMAS -Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam lawatannya ke Markas Komando Resort Militer 071/Wijaya Kusuma pada hari Selasa, 27 Februari 2024 meninjau dan memberikan apreasiasi terhadap padi anti stunting Inpago Unsoed Protani. Padi ini menjadi teknologi unggulan Korem 071/Wijaya Kusuma dalam program penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting. 

Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Dyah Susanti,SP.,MP. mengungkapkan

bahwa padi ini telah dikembangkan di 9 komando distrik militer di wilayah teritorial Korem 071/Wijaya Kusuma, meliouti Kodim 0701 Banyumas, Kodim 0702 Purbalingga, Kodim 0703 Cilacap, Kodim 0704 Banjarnegara, Kodim 0710 Pekalongan, Kodim 0711 Pemalang, Kodim 0712 Tegal, Kodim 0713 Brebes, dan Kodim 0736 Batang, ungkap Kepala Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian Unsoed Dr.Dyah Susanti,SP.,MP. saat pemaparan pada hari ini Kamis 29 Februari 2024 yang dipandu Ir.Alief Einstein,M.Hum. dari kafapet-unsoed.com.            

Menurut Dr.Dyah bahwa Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,MP.,Ph.D. yang didampingi Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Czi. Mohammad Andhy Kusuma, SSos.,MM,M.Han berkesempatan memberikan penjelasan singkat terkait padi anti stunting ini secara langsung kepada KASAD Jend. TNI Maruli Simanjuntak. 

Inpago Unsoed Protani kata Dyah dirakit oleh tim pemulia tanaman dan peneliti Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), terdiri dari Prof.Ir. Totok Agung Dwi Haryanto,MP.,PhD., Dr.Agus Riyanto,SP., MSi. dan Dr.Dyah Susanti,SP.,MP. 

"Perakitan padi gogo protein tinggi ini dimulai tahun 2010, diuji lebih dari 16 lokasi di berbagai wilayah Indonesia, dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK.Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 980/HK.540/C/10/2020 tanggal 13-10-2020,"kata Dr.Dyah didampingi Ir.Alief Einstein, M.Hum.dari kafapet-unsoed.com.

Selanjutnya Dr.Dyah menjelaskan bahwa TNI Angkatan Darat dalam hal ini Korem 071/Wijaya Kusuma memilih Inpago Unsoed Protani sebagai teknologi unggulan dalam programnya didasarkan pada berbagai keunggulan yang dimiliki. 

Dikatakan, keunggulan Inpago Unsoed Protani antara lain memiliki stabilitas hasil yang tinggi sehingga adaptif di berbagai wilayah, daya hasil tinggi (>9 ton/ha GKG jauh lebih tinggi dibanding rerata daya hasil padi gogo pada umumnya yang kurang dari 5 ton/ha GKG). Bahkan di Desa Panican, Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga diperoleh hasil panen petani mencapai 10,9 ton/ha GKP.

Kelebihan lain varietas padi protein tinggi ini adalah tahan kekeringan, adaptif ditanam di lahan kering maupun sawah, tanaman pendek (91cm) sehingga relatif tahan rebah. Ketahanan padi ini terhadap hama dan penyakit utama juga cukup lengkap, yaitu tahan terhadap penyakit blas ras 101, agak tahan terhadap blas ras 041, 023 dan 073, serta memiliki daun bendera tegak sehingga mengurangi risiko kehilangan hasil akibat serangan hama burung. 

"Inpago Unsoed Protani memiliki keistimewaan kandungan protein beras yang tinggi (9 – 13%), tekstur nasi pulen serta kandungan zat gizi Zn sebesar 27ppm yang menjadikannya prospektif dikembangkan pada agroindustri beras bergizi dan program pencegahan stunting.," jelas Dr.Dyah.

"Benih bersertifikat varietas unggul baru padi ini telah diproduksi oleh industri, salah satunya oleh PB. Great Quality Seed dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Varietas unggul ini telah terdistribusi lebih dari 15 provinsi, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Lampung, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, NTB, NTT,  Maluku, Papua, ujarnya.

Pengembangan padi protein tinggi Unsoed bersama TNI Angkatan Darat yang diinisiasi Korem 071/Wijaya Kusuma dalam program unggulannya semakin memperkuat manunggal TNI dengan rakyat, baik dengan kalangan petani sebagai pilar penegak produksi pangan nusantara, sekaligus peneguh ketahanan pangan bagi masyarakat luas. Tak hanya cukup kenyang, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk dalam pencegahan stunting

Dr.Dyah menambahkan bahwa manunggal TNI, akademisi dan rakyat menjadi landasan kuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response