Kapuslitbangbun: "Kebun Percobaan Unsoed Layak Dijadikan Edu Agro Wisata"

 

Matamatanews.com, PURWOKERTO -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan paket kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar : Kampus Merdeka" (MBKM) pada Januari 2020 lalu. Secara garis besar, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui program berbasis experimental learning ini mahasiswa difasilitasi untuk dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Puslitbang Perkebunan Dr.Tedy Dirhamsyah,SP, MAB. menjelaskan bahwa Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Ir.Syafaruddin,Ph.D. hadir sebagai pembicara utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman pada hari Kamis (26/11/2020). 

"Kegiatan dilaksanakan dalam rangka implementasi kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus. Untuk mengefektifkan program perlu membangun kerja sama yang berkelanjutan dan bersinergi dengan berbagai mitra baik swasta maupun pemerintah, " kata Tedy.

Tujuan dari kerja sama lanjut Tedy, tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, menghasilkan karya ilmu pengetahuan dan teknologi perkebunan berbasis kearifan lokal, dan memberdayakan masyarakat perdesaan dan teknologi tepat guna di bidang perkebunan.

Pada akhir FGD,  Rektor Unsoed Prof. Dr.Ir.Suwarto,MS. memberikan apresiasi atas pelaksanaan FGD dalam upaya memacu realisasi prgram MBKM. Secara khusus Rektor juga menyampaikan selamat dan sukses atas kerja sama Faperta Unsoed dengan Puslitbang Perkebunan yang ditandatangani beberapa waktu yang lalu.

Rektor menegaskan, bahwa dalam upaya merealisasikan program MBKM secara institusi harus melakukan perluasan kerjasama dengan berbagai pihak terutama dengan Badan Litbang Pertanian khususnya Puslitbang Perkebunan. Kerjasama ini dalam rangka mengoptimalkan kolaborasi riset dan pengembangan kebun percobaan/laboratorium lapang yang dimiliki Faperta Unsoed. Rektor berharap kerja sama tersebut untuk segera direalisasikan.

Usai penutupan FGD Kepala Puslitbang Perkebunan, Rektor, Dekan serta jajaran Fakultas Pertanian Unsoed melakukan peninjauan Kebun Percobaan/Laboratorium Lapang di Gunung Tugel dan Kedungrandu.

Dalam peryataannya Kepala Puslitbang Perkebunan menyarankan Kebun Gunung Tugel layak untuk dijadikan Edu Agro Wisata berbasis tanaman kopi robusta, sementara untuk kebun percobaan Kedungrandu cocok untuk tanaman serai wangi.Unsoed menyambut baik usulan Kepala Puslitbang Perkebunan tersebut.

"Secara teknis akanbdibawa pada rapat pimpinan tingkat Universitas dan Fakultas Pertanian terutama terkait anggaran, layout kebun, manajemen pengelolaannya, dan model kemitraanya," kata Rektor. 

Rektor berharap, kedepannya sangat memungkinkan untuk diajadikan kebun edu agro wisata, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran kebun tersebut, tidak hanya sebagai sarana pendidikan namun sekaligus sebagai tempat rekreasi. 

 Pada akhir kujungan, Kepala Puslitbang Perkebunan mendukung atas keinginan Rektor Unsoed dan akan memberikan dukungan penuh upaya pemanfaatan dua kebun tersebut untuk sarana edu agro wisata dengan mengoptimalkan MoU yang telah dilakukan. (hen)

 

redaksi

No comment

Leave a Response