Kadis UMKM Tangsel Gelontorkan Uang Jutaan Rupiah Demi Satwa Yang Dilindungi

 

Matamatanews.com, TANGERANG – KaDis UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Tangerang Selatan, Firdaus duduk dikursi pesakitan. Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum Mila, SH dari Kejari Tiga raksa Kabupaten Tangerang membacakan dakwaan terdakwa Firdaus dihadapan Ketua Majelis Hakim Sun Basa Hutagalung,SH. Firdaus didakwa melanggar pasal 40 ayat (1) Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya alam Hayati dan Ekosistem lantaran memelihara sejumlah hewan yang dilindungi.

Dalam dakwaan, sejak tahun 2008 terdakwa mendapatkan burung-burung yang dilindungi dengan cara membeli dari orang-orang yang tak dikenal. Namun nasib naas menerpa dirinya, pada tanggal 10 April 2017 tim gabungan Mabes Polri melakukan penggeledahan dirumah terdakwa Firdaus dibilangan Tangsel, dan mengamankan burung kakak tua, cenderawasih, jalak bali serta jenis lainnya sebanyak 52 jenis. Masih dalam dakwaan, terdakwa membeli  1 ekor jalak bali seharga Rp. 800.000,-, sepasang kakak tua jambul seharga Rp. 500.000,- hingga 4 juta rupiah, 1 ekor jalak raja seharga 4 sampai dengan 5 juta rupiah, tanpa ijin dari pihak yang berwenang.

Setelah Dakwaan, Penasehat hukum terdakwa, Ahmad Fatoni mengajukan penangguhan penahan, dengan alasan terdakwa baru menjabat 2 bulan sebagai Kepala Dinas dan masih dibutuhkan dalam melanjutkan tugas dinas UMKM Tangsel.

Diluar ruang sidang, Ahmad Fatoni penasehat hukum terdakwa Firdaus mengatakan pada wartawan bahwa kliennya membeli burung-burung yang sakit untuk dipelihara. Timbul pertanyaan, untuk apa membeli burung-burung yang sakit, karena terdakwa bukanlah medis atau dokter hewan kalau memang burung-burung tersebut untuk dipelihara.

Selain itu menurut informasi, bahwa terdakwa mengeluarkan uang 15 juta perbulan untuk pemeliharaan satwa-satwa tersebut. Jikalau dihitung setahun jumlahnya 180 juta rupiah, sementar di dakwaan, terdakwa membeli burung-burung tersebut sejak tahun 2008. Sungguh angka fantastis uang yang dikeluarkan terdakwa untuk pembelian dan pemeliharaan burung-burung tersebut. Satu pertanyaan, dari mana anggaran atau dana pemeliharaan tersebut? Selain itu, proses persidangan terdakwa Firdaus sungguh amat cepat, mulai penggeledahan hingga persidangan. Kenapa? (Tony gunawan)          

sam

No comment

Leave a Response