Jika Membahayakan, Iran akan Jadikan Kapal Perang Amerika Sebagai Target

 

Matamatanews.com, TEHERAN—Pemerintah Iran telah  memerintahkan angkatan lautnya untuk menargetkan kapal-kapal Amerika Serikat jika mereka “membahayakan keamanan”, kata kepala Korps Pengawal Revolusu Islam Iran, Kami (23/4/2020) seperti dilaporkan The National Internatonal.

Instruksi pembalasan datang sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk "menembak jatuh dan menghancurkan semua dan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal kita di laut" menyusul tuduhan pelecehan Amerika Serikat oleh kapal perang Iran di Teluk Arab.

"Kami telah menginstruksikan unit militer kami di laut bahwa jika unit terapung atau tempur dari Angkatan Laut ingin membahayakan keamanan kapal atau kapal perang non-tempur kami, untuk menargetkan kapal atau unit militer itu," kata Jenderal Hossein Salami, menurut kantor berita ISNA.

"Kami menyatakan kepada Amerika Serikat bahwa kami benar-benar bertekad dan serius dalam membela keamanan nasional kami, perbatasan air, dan kepentingan maritim," katanya.

Iran dan Amerika Serikat telah bertengkar tentang siapa yang bersalah atas pertemuan maritim di Teluk Arab utara pada 16 April. Amerika Serikat mengklaim 11 speedboat Iran "berulang kali melakukan pendekatan berbahaya dan melecehkan", tetapi Iran menolak klaim itu, mengatakan Amerika Serikat telah memulai insiden itu.

Iran berhak mempertahankan kepentingannya di laut, kata Jenderal Salami.

"Apa yang diamati minggu lalu adalah kekacauan dan ketidakdisiplinan operasional di unit militer AS di laut," katanya.Iran, katanya, menganggap kendali Amerika Serikat  atas aset militer dilemahkan oleh gangguan pandemi virus korona.

Jenderal Salami didukung oleh tweet dari Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif, yang mereferensikan jumlah kasus virus korona dalam militer Amerika Serikat.

"Pasukan AS tidak memiliki bisnis 7.000 mil jauhnya dari rumah, memprovokasi pelaut kita dari pantai Teluk Persia SENDIRI," tulis Zarif. (samar/berbagai sumber)

redaksi

No comment

Leave a Response