Jembatan Penyeberangan DKI di Audit

 

 

Matamatanews.com.JAKARTAPasca runtuhnya Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9/2016) yang memakan korban sedikitnya empat orang tewas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan audit terhadap 307 JPO di wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pengecekan dan pemeriksaan akan disertai ketetapan baru yakni setiap JPO tidak boleh tertutupi papan reklame.“ Secara bertahap akan kami hapus iklan yang ada di JPO.” ujar Ahok.

Menurut Ahok, reklame yang ada di JPO itu berbahaya karena berpotensi menambah beban jembatan saat diterjang angin kencang. Apalagi di musim seperti sekarang ini. “ Kami mau ubah bentuk JPO, mengikuti yang sudah ada di kawasan Budaran HI.” tuturnya

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah juga menyatakan bahwa pemasangan reklame di JPO menjadi penyebab ambruknya jembatan yang dibangun pada tahun 2002 itu. menurutnya ketinggian reklame yang kurang lebih 3 meter itu hampir menutupi seluruh ruang sisi railing atau pembatas JPO.

Ia juga menyatakan bahwa dinas akan menyelidiki siapa yang memasang papan reklame di JPO Pasar Minggu dan siapa yang memberi izin pendiriannya. Sewajarnya letak papan reklame berada 30 sentimeter dari gelagar/bentangan baja ke bawah dengan lebar papan maksimal satu meter dan tidak boleh menempel pada railing harus berdiri sendiri.

Menurut Kepala Bidang Balistik Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik, Komisaris Besar Ulung Kanjaya, mengatakan bahwa baja bagian jembatan yang dibangun pada tahun 2002 itu sudah mengalami korosi alias berkarat. “ Penyebab ambruk akan diketahui setelah diperiksa di labfor.” tegas Ulung. (adith/Berbagai sumber)

sam

No comment

Leave a Response