Jembatan Kedunglegok Akses Baru Menuju Bandara Jend. Besar Soedirman

 

Matamatanews.com, PURBALINGGA -Menurut Koordinator Sistem Informasi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum di berbagai media telah diberitakan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga akan beroperasi pada bulan Mei 2020.

Sementara Direktur Pusat Pengembangan Perdesaan dan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unsoed Dr.Rahab,M.Sc. (40 tahun) menyatakan bahwa keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Purbalingga secara ekonomi dapat menjadi akselerator bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekitar seperti Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen, dan Wonosobo. Dengan adanya Bandara JBS menurutnya selain sektor-sektor ekonomi khusus berkaitan industri jasa diharapkan tumbuh secara signifikan. Selain itu Industri wisata  di wilayah Barlingmascakeb dan Wonosobo akan "menggelar" seiring dengan pertumbuhan industri transportasi.

Dr.Rahab,Msc yang juga Dosen Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ini menambahkan, adanya koneksivitas antar kabupaten mulai dari jalan nasional sampai jalan kabupaten, keberadaan bandara JBS akan menjadi gerbang masuknya investasi ke daerah Barlingmascakeb dan Wonosobo.

Sementara Einstein menjelaskan bahwa untuk menghubungkan bandara JBS di Purbalingga telah dibangun jembatan, di antaranya jembatan Linggamas yang menghubungkan Purwokerto dengan Purbalingga yang melewati kawasan wisata kuliner Sokaraja. Kemudian ada jembatan Kedunglegok yang dibuka tepat pada 01 Januari 2020, menghubungkan Desa Kedunglegok Kec.Kemangkon Kab.Purbalingga dengan Desa Dermasari Kec.Susukan Kab.Banjarnegara. 

"Jembatan Kedunglegok selain menghubungkan bandara JBS juga bisa menunjang perekonomian di kabupaten-kabupaten  sekitar Purbalingga, " ujar Einstein pria kelahiran Jakarta 61 tahun yang lalu.

Hasil pengamatan Einstein pada Minggu (19/01/2020) di jembatan Kedunglegok saat hari libur ternyata ada peluang usaha bagi warga sekitar untuk menjual berbagai makanan dan minuman. Disamping itu tambahnya, tempat ini menarik banyak pengunjung dari berbagai kabupaten untuk menikmati gemercik air sungai Serayu yang mengalir di bawah jembatan.

Kepala Desa Kedunglegok Sudarno menjelaskan bahwa dengan dibangunnya jembatan Kedunglegok, paling tidak bisa memajukan perekonomian tidak hanya di Desa Kedunglegok saja, tetapi juga desa-desa lainnya. Sudarno berharap nantinya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai desa dengan terbukanya dan terciptanya peluang usaha ekonomi di antaranya rintisan desa wisata. 

Sudarno selaku Kepala Desa Kedunglegok, mengajak warganya untuk bersama-sama meningkatkan kecerdasan masyarakat desa guna menyambut adanya perubahan. 

"Junjung tinggi kebersamaan dan kekompakan serta menjaga keamanan dan ketertiban supaya tercipta kenyamanan dalam usaha. Semoga dengan selesainya jembatan Kedunglegok menjadi suatu berkah bagi semuanya. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah dan semua yang terlibat dalam proses pembangunan jembatan Kedunglegok, sehingga transportasi lebih mudah dan lancar, "papar Sudarno.*(hen/berbagai sumber)

 

redaksi

No comment

Leave a Response