Jangan Biarkan Alih Status Usakti Menjadi PTN-BH Tergerus Oleh Hiruk Pikuk Politik dan Kepentingan

 

Matamatanews.com, JAKARTA—Meski hiruk pikuk politik pesta demokrasi untuk memilih anggota legislatif, dewan perwakilan daerah, dan presiden secara langsung telah usai , namun alih status Universitas Trisakti dari swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri diharapkan tidaktenggelam atau pudar.Sejumlah sumber dan pegiat pendidikan yang ditemui media ini mengatakan, upaya yang telah diusung selama 21 tahun tersebut jangan tenggelam atau pudar hanya karena adanya hiruk pikuk politik mau pun isu-isu nasional.

“Upaya untuk menjadikan perguruan tinggi negeri memang tidak mudah, tapi saya melihat bahwa Universitas Trisakti telah memenuhi syarat untuk beralih status dari swasta menjadi perguruan tinggi negeri (PTN).Dan perlu di ingat, Universitas Trisakti memiliki sejarah yang kental terhadap negeri ini, sehingga wajar bila kemudian statusnya harus diperjuangkan menjadi negeri. Dan proses alih status dari swasta menjadi negeri itu wewenangnya  ada di tangan pemerintah, bukan swasta, partai politik maupun kelompok tertentu,” kata Ketua Lembaga Ekonomi Islam (LEI) yang juga pegiat pendidikan, Ir.Abdurrahman Imbang Djaja Chairul kepada Matamatanews.com, Senin (20/5/2024).

Meski upaya memperjuangkan Universitas Trisakti (Usakti) dari wasta menjadi PTN telah dilakukan sedikitnya 21 tahun, namun upaya tersebut seakan menabrak tembok besar. Al hasil hingga kini status Universitas Trisakti masih berstatus swasta, sehingga terkesan siapa pun presiden yang terpilih di ini tidak mampu mewujudkan alih status Usakti dari swasta menjadi negeri.

Terkait belum terwujudnya Usakti menjadi negeri, sejumlah sumber yang ditemui , seperti alumni Usakti, orangtua mahasiswa dan anggota ikatan alumni Trisakti mengatakan sepakat dan setuju bila  Universitas Trisakti menjadi perguruan tinggi negeri, sejauh hal itu demi  kepentingan yang lebih besar, terutama kualitas pendidikan dan masa depan para mahasiswa di Trisakti itu sendiri.

Tahun 2024 ini merupakan tahun yang paling tepat untuk menjadikan Universitas Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti perguruan tinggi lainnya yang ada di Indonesia, terlebih  Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Dr.Lukman, S.T.M.Hum pada hari Rabu (8/5/2024) lalu membenarkan adanya rencana untuk menjadikan Universitas Trisakti sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PtN-BH).

Menurut Lukman perguruan tinggi swasta bisa dilakukan pemerintah jika pihak yayasan bersedia untuk mengalihkan kepemilikan pada pemerintah. Dan seperti diketahui, di Universitas Trisakti sendiri ada investasi pemerintah yang harus di jaga dan dilindungi keberadaannya.

Menurut Lukman, pengertian PTS, biasanya dimulai dari PTN satuan kerja (satkerr).pemerintah membiayai penyelengaraan pendidikan hingga mengalihstatuskan dosen dan tenaga pendidikan yang ada menjadi pegawai pemerintah.

Lukman melanjutkan, untuk pengertian PTS menjadi PTN Satker butuh dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp 5 triliun – Rp 10 triliun. “Jika langsung berstatus PTN-BH, berarti harus siap mandiri secara finansial sehingga tidak membebani keuangan negara,” katanya.

Rencana untuk mengalihstatuskan PTN-BH pada Universitas Trisakti, kata Lukman bukan berarti menganakemaskan, dan peluang serupa juga terbuka bagi PTS lainnya yang berminat dengan catatan telah memenuhi ketentuan pemerintah.

Peralihan  status Universitas Trisakti dari PTS menjadi PTN-BH  menurut  sumber yang ditemui merupakan langkah tepat, karena awal pendirian Universitas Trisakti pada tahun 1965 pemerintah berperan besar. Dan seiring dengan waktu kampus tersebut dikelola Yayasan Trisakti hingga muncul berbagai masalah hingga sempat mengganggu proses pendidikan di kampus tersebut.

Salah satu nukilan ‘sekapur sirih’ dalam buku Reposisi dan Transformasi disebutkan, sejatinya Universitas Trisakti menjadi perguruan tinggi negeri yang otonom, karena Universitas trisakti didirikan oleh pemerintah dan sejak kelahirannya dikelola secara otonom oleh manajemen Universitas Trisakti, seperti Senat Universitas, Rektorat dan pimpinan Universitas Trisakti lainnya, tanpa membebani keuangan dan anggaran negara.Aset awal berupa puing-puing Universitas Respublica yang telah dinasionalisasi oleh pemerintah, kini sudah berkembang menjadi salah satu Universitas terkemuka di Indonesia dengan infra dan suprastruktur yang sangat memadai untuk menjadi berstatus Perguruang Tinggi Negeri (PTN).

Usakti Menjadi PTN-BH, siapa takut?

Terlepas  ada atau tidaknya aroma politis di dalam alih status Universitas Trisakti yang kini sedang berproses, yang jelas kata Imbang proses perubahan status Usakti dari PTS menjadi PTN-BH patu diapresiasi dan merupakan langkah maju.

“Peralihan Universitas Trisakti dari PTS ke PTN-BH harus kita akui, itu merupakan langkah maju dan harus didukung semua pihak terutama kalangan pendidikan itu sendiri.Karena dengan menjadikan Universitas Trisakti dari swasta ke negeri akan membuat perguruan tinggi itu lebih meningkat kualitas dan manajemennya.Dan selama ini menurut saya, Universitas  Trisakti tidak pernah membebani keuangan pemerintah, sehingga layak dialih statuskan menjadi perguruan tinggi negeri,” jelas Imbang.

Akankah  Universitas Trisakti  berganti dari swasta menjadi negeri seperti yang diharapkan, dari PTS menjadi PTN-BH, atau sebaliknya pemerintah membiarkan persoalan pengelolaan Universitas Trisakti terus meruncing dengan berbagai persoalan baru?

“Bagi saya siapa pun yang mengelola, sejauh mereka mengedepankan kepentingan   proses belajar mengajar dan dunia Pendidikan yang ada, silakan saja.Alih status dari PTS ke PTN-BH tidak perlu di takutkan atau di khawatirkan, karena dengan status PTN-BH semuanya akan lebih terprotek,karena adanya pengawasan dari berbagai instansi pemerintah, seperti  kepolisian, kejaksaan, KPK, maupun Lembaga lainnya. Intinya siapa pun yang mengelola, sejauh untuk kemajuan dunia Pendidikan dan perubahan untuk kelangsungan dunia Pendidikan itu sendiri, rasanya sah-sah saja.Dan sudah saatnya Universitas Trisakti tampil beda dengan status yang baru, yaitu PTN-BH, bukan lagi swasta sehingga pertanyaannya mengapa harus ditakutkan dengan peralihan dari PTS ke PTN-BH?,” pungkas Imbang.(cam)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response