Jalur Narkotika di Perbatasan RI-Timor Leste

 

Matamatanews.com, BALI – 167 negara peserta sidang umum Interpol masih melakukan sidang pleno. Didalam sidang itu, polri mengeluhkan minimnya hukuman bagi pelaku kejahatan tindak pidana narkoba. Rabu (9/11/2016), Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Johanis Asadoma mengatakan "Kejahatan maksimal untuk narkotika di sana (Timor Leste) hanya 10 tahun," di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Pengedar narkoba kerap memanfaatkan kondisi itu untuk menjalan peredaran barang haram tersebut. Bahkan, Timor Leste kerap dijadikan sebagai tempat transit penyeludupan narkoba. "Perbatasan darat Timor Leste dan Indonesia sangat panjang. Banyak sekali jalur tikus yang digunakan untuk selundupkan narkotik tersebut," ujar Johan.

Dengan kondisi tersebut, dalam sidang umum Interpol, Polri terus meningkatkan kerjasama dengan pihak kepolisian Timor Leste untuk menekan dan mencegah peredaran narkoba. "Sehingga akan ditingkatkan kerjasama ke depan. Maka disepakati dibentuk tim khusus antara Polri dengan kepolisian Timor Leste," katanya.

Selain itu Johan juga menyatakan, bukan hanya masalah narkoba, Polri juga membahas kerjasama dalam penanganan kejahatan konvensional. Seperti, kasus pencurian kendaraan bermotor. Jika kendaraan curian sudah berada di Timor Leste, Polri kesulitan untuk menyita barang bukti tersebut.

"Banyak kendaraan bermotor dari Indonesia dibawa ke Kupang, dari Kupang masuk ke Timor Leste. Ketika masuk ke Timor Leste, enggak bisa masuk lagi ke Indonesia. Kalaupun kita tahu barang itu di sana, sulit untuk mengambil barang itu," pungkas Johan. [Did/Berbagai Sumber]

sam

No comment

Leave a Response