Israel Ikut Terlibat Operasi AL Amerika di Selat Hormuz

 

Matamatanews.com, TEL AVIV—Menteri Luar  Negeri Israel, Israel Katz, Selasa  (6/8/2019) lalu mengatakan bahwa  negaranya ikut terlibat dalam operasi keamanan untuk melindungi kapal-kapal di Selat Hormuz bersama Angkatan Laut  Amerika Serikat (AS) setelah sejumlah kapal ditangkap Iran belum lama ini.

Israel Katz mengatakan selama sesi tertutup Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset bahwa Yerusalem saat ini berpartisipasi dalam misi tersebut, memberikan intelijen dan operasi tidak spesifik lainnya di Teluk. 

Setelah kunjungannya baru-baru ini ke Uni Emirat Arab, menurut harian berbahasa Ibrani Yediot Ahronoth, Katz menginstruksikan anggota Kementerian Luar Negeri untuk memberikan bantuan.

Sebuah sumber di Abu Dhabi menyebutkan bahwa publikasi Isarel itu mengindikasikan bahwa misi yang diluncurkan Israel tersebut untuk mengatasi “ancaman Iran” yang sering muncul dan mengganggu perdagangan di wilayah Selat Hormuz.Katz juga memuji Inggris kerena setuju untuk bergabung dengan misi pimpinan Amerika Serikat setelah diumumkan di London pada Senin (5/8/2019) lalu.

Inggris adalah satu-satunya negara yang secara resmi mengumumkan bahwa ia bergabung dengan AS karena berupaya melindungi kapal laut yang mengangkut barang melalui Selat Hormuz.

Pemerintahan Trump telah berjuang untuk mengumpulkan kekuatan internasional untuk bergabung dalam misi tersebut karena sekutu takut diseret ke dalam konflik yang lebih besar dengan Republik Islam.    

Menteri Pertahanan AS Mark Esper optimis bahwa negara-negara lain akan segera bergabung dengan operasi itu, mengatakan pemerintahan Trump telah menerima "berbagai tingkat respons" dan berharap "akan ada beberapa pengumuman yang akan keluar dalam beberapa hari mendatang." 

Seperti dilansir i24 Presiden Iran Rouhani mendesak Amerika serikat untuk kembali ke prundingan, Selasa  (6/8/2019), dengan mengatakan bahwa "perdamaian dengan Iran adalah ibu dari semua perdamaian" dan "perang dengan Iran adalah ibu dari semua perang" saat ia membela perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan dunia kekuatan.

Pada hari Minggu (5/8/2019), media pemerintah Iran melaporkan bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam, cabang militer elit pasukan bersenjata Teheran, telah menangkap "kapal asing" di teluk dan menangkap tujuh anggota awak di atas kapal.

Pengawal sebelumnya menyita sebuah kapal tanker berbendera Inggris "Stena Impero" pada 19 Juli sebagai pembalasan atas penyitaan sebuah kapal tanker Iran di Laut Mediterania pada 4 Juli oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris di lepas pantai Gibraltar. (sam/124 News)

 

 

 

 

 

redaksi

No comment

Leave a Response