ISIS Siram Bom Dalam Pesta Pernikahan di Turki

 

Matamatanews.com,ANKARA—Puluhan orang tewas dilaporkan tewas dalam serangan bom saat pesta pernikahan yang digelar  di Kota Gaziantep, Turki. Sebanyak 30 orang dikabarkan tewas dan 94 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan diri secara terbuka b ertanggung jawab atas serangan tersebut. Ledakan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada Sabtu (20/8/2016) lalu di lingkungan Akdere Kabupaten Sahin Bey. Gubernur Gaziantep,Ali  Yerlikaya, mengatakan itu sebagai serangan teror.

Sementara wakil Perdana menteri Turki Mehmet Simsek mengatakan kepada NTV bahwa ledakan terjadi karena bom bunuh diri. Ada pun Presiden Turki,Recep Tayyip Erdogan ,mengatakan Daesh atau kelompok Islamic State (IS) kemungkinan sebagai pelaku aksi bom bunuh diri tersebut. “ Negara dan bangsa kita hanya mempunyai satu pesan kepada mereka yang menyerang kita. Anda tidak akan berhasil,” kata Erdogan.

Serangan dekat perbatasan dengan Suriah yang berada di Gaziantep ini tak pelak memunculkan spekulasi kelompok militan ISIS berada di balik pengeboman,seperti diutarakan presiden Erdogan. Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan pembangunan, Samil Tayyar, menyebut IS sebagai pelakunya seperti ditulis dalam Twitter miliknya. Kota besar yang berjarak 60 km utara dari perbatasan Suriah, Gaziantep telah menjadi jalan untuk Suriah melarikan diri dari perang saudara.Namun,dengan adanya pengungsi dan aktivis opisisi,ketakutan atas kehadiran kelompok Islamic State (IS) semakin besar.

Apalagi, kehadiran warga Kurdi terasa kuat di Kabupaten Sahin Bey yang dihuni mayoritas warga Kurdi. Begiotu pula dengan upacara pernikahan banyak dihadiri warga Kurdi yang memicu spekulasi keterlibatan IS di dalamnya. Erdogan menyebut ISIS sama buruknya dengan grup pendukung Fethullah Gulen, ulama yang dituding sebagai dalang kudeta pada 15 Juli, dan kelompok Partai Pekerja Kurdi (PKK) yang sering melancarkan serangan di Turki. 

Partai Demokratik Rakyat  pro Kurdi mengatakan ada beberapa anggotanya hadir dalam pernikahan tersebut, yaitu wanita dan anak-anak.  Menurut Erdogan, serangan di Gaziantep bertujuan memecah-belah kesatuan antara etnis Arab, Kurdi dan Turki. Banyak ekstremis memandang Kurdi sebagai salah satu musuh utama. Selama ini, pasukan Kurdi memainkan peranan penting dalam memerangi ISIS di Suriah.  "Kami sangat berduka, tapi kekuatan persatuan kami akan mengalahkan serangan brutal ini," tutur Perdana Menteri Binali Yildirim. Siapa yang bertanggung jawab,hayo ngaku? (AFP/AP/MI/Aljazeera/NDTV/icam)

sam

No comment

Leave a Response