Iran Bantah Tudingan AS sebagai Sponsor Utama Terorisme

 

Matamatanews.com,WASHINGTON—Meski Iran menolak disebut sebagai sponsor utama terorisme oleh Amerika Serikat, namun Depertemen Luar Negeri AS tetap memasukan Iran dalam laporannya sebagai negarapenyokong atau sponsor uatama terorisme.Koordinator aksi untuk kontraterorisme, Justin Siberell ,seperti dilansir CNN pada Kamis (20/7/2017) kemarin menyatakan,ISIS tetap menjadi organisasi teros paling berbahaya pada tahun 2016,meski saat itu mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, terorisme di seluruh dunia menurun secara global tahun lalu. Namun, Iran terus mengacaukan Timur Tengah melalui proxy seperti Hizbullah, memperburuk konflik di Irak, Suriah dan Yaman.

Siberell mengatakan bahwa penurunan 13% serangan teror dari 2015 disebabkan oleh berkurangnya kekerasan di Suriah, Nigeria, Pakistan, Afghanistan dan Yaman. Dia mengatakan bahwa serangan meningkat di Irak, Turki dan Somalia dan sementara teroris menyerang di 104 negara pada tahun 2016, 55% serangan terjadi di Irak, Afghanistan, Filipina, Nigeria dan Pakistan.

"ISIS bertanggung jawab atas lebih banyak serangan dan kematian daripada kelompok lain," kata Siberell, sebuah posisi mengerikan yang diklaim oleh Taliban pada tahun 2015. Ditanya mengenai pembatasan orang-orang dari Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman, Siberell mengatakan: "kita sebagai pemerintah ingin memastikan bahwa pemerintah memiliki kemampuan di tempat untuk menangani kelompok-kelompok teroris. Secara umum ada kekhawatiran," katanya.

Laporan tersebut mencatat bahwa serangan ISIS di luar wilayahnya menjadi semakin penting karena mendapat tekanan lebih besar dari koalisi pimpinan AS dan mencatat bahwa media sosial tetap penting bagi rekrutmennya. Al Qaeda juga tetap menjadi ancaman serius di seluruh dunia, terutama di Yaman, meski mendapat tekanan dari AS. Siberell juga mengatakan bahwa ancaman tetap ada dalam bentuk al-Qaeda yang elastis dan rezim Iran yang tetap menjadi sponsor utama terorisme. (cam/snd/berbagai sumber

sam

No comment

Leave a Response